Senin, 09 Desember 1996

The English Patient

Cast: Ralph Fiennes; Juliette Binoche; Willem Dafoe; Kristin Scott Thomas
Director: Anthony Minghella
Writers: Anthony Minghella base on Novel Michael Ondaatje
Produksi: Miramax Films
Release Date: 15 November 1996


The English Patient yang berlatar belakang Perang Dunia II, berawal dengan jatuhnya sebuah pesawat di gurun Afrika. Dari puing pesawat Inggris ini, ditemukan seorang pria (Ralph Fiennes) yang mengalami luka bakar parah di sekujur tubuhnya. Ia kemudian diselamatkan dan dirawat, sebelum akhirnya diserahkan pada pihak tentara Kanada untuk terus mendapatkan perawatan. 


Ternyata, pria ini hilang ingatan, sehingga pihak tentara kesulitan mengidentifikasinya. Yang ia punya hanya buku sejarah Herodotus. Akhirnya, karena ia ditemukan sedang mengemudi pesawat Inggris, ia disebut The English Patient. Ia dirawat oleh Nurse Hana (Juliette Binoche) di sebuah desa di Italia yang penuh dengan ranjau bom peninggalan Jerman. 

Ketika sedang melakukan perjalanan, rombongan perawat dan korban perang ini dikejutkan oleh ranjau. Dan saat itu Nurse Hana kehilangan teman baiknya. Tidak ingin kembali merasakan kehilangan, ia memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan dengan rombongan, melainkan memisahkan diri bersama dengan The English Patient untuk tinggal di sebuah monastery yang terbengkalai. Hana merasa tempat itu akan membuat The English Patient merasa nyaman di saat-saat terakhir hidupnya.Hingga kemudian datang Caravaggio a.k.a Moose (Willem Defoe) yang merupakan bagian dari masa lalu The English Patient.

Lewat serangkaian flashback, mulai terkuaklah masa lalu The English Patient. Ternyata, ia bernama Count Laszlo De Almasy dan berprofesi sebagai pembuat peta di Afrika, khususnya di kawasan gurun pasir di Mesir dan kawasan Afrika Utara lainnya. Suatu hari dalam pekerjaannya, datang sepasang suami istri yang ikut dalam tim eksplorasi Almasy dan partnernya, Madox. Suami istri ini adalah Geoffrey Clifton (Colin Firth) dan Katharine Clifton (Kristin Scott Thomas). Almasy dengan segera jatuh cinta pada Katharine dan memulai sebuah kisah cinta terlarang di antara mereka. Lambat laun, Geoffrey mulai mengerti kebenarannya dan mengakhiri cinta segitiga ini dengan tragis.


Suster Hana sendiri akhirnya berhasil mengobati trauma masa lalunya, di mana ia menganggap dirinya adalah kutukan karena semua yang ia cintai mati, dengan mencintai Kip Singh, seorang India yang bekerja untuk Inggris sebagai penjinak bom.

Well, overall menurut saya film ini bagus sekali. Dan sangat menyentuh dengan ending yang begitu menyakitkan. Setting-nya indah dan eksotis. Gurun pasir yang selama ini di benak saya panas dan kotor ternyata malah bisa jadi tempat romantis di film ini.


Ceritanya sendiri berdasarkan novel dengan judul yang sama karya Michael Ondaatje dan mengalir dengan natural. Dapat dibedakan dengan mudah mana yang kejadian sekarang mana yang flashback. Jadi, penonton tidak bingung. Juga kisah cinta Hana dan Kip yang beda suku. Tetap indah. Mengingatkan kita bahwa cinta itu universal. Tidak pandang suku, umur, dan hal-hal lainnya.


Selain itu, yang membuat film ini jadi lebih hidup adalah akting dari Ralph Fiennes dan Kristin Scott Thomas. Dari awal saya bisa lihat bahwa mereka saling mencintai. Dan dari akting mereka saya juga tahu ada perasaan bersalah menjalani cinta terlarang ini. Bahwa, Katharine memang harus meninggalkan Almasy walaupun hanya untuk sementara karena takut Almasy lebih tersakiti lagi. Saya tahu semua itu sangat sederhana dari mata mereka yang berbicara.  Bukankah akting yang bagus itu adalah akting yang bisa menggambarkan konflik batin yang dihadapi bahkan tanpa harus bicara? Apalagi ketika Almasy berdansa dengan Katharine, pandangan matanya kepada Katharine adalah pandangan lelaki yang sedang tergila-gila

Sabtu, 24 Juni 1995

Braveheart

Cast: Mel Gibson; Sophie Marceau; Patrick McGoohan; Catherine McCormack; James Robinson
Director: Mel Gibson
Release Date: 24 Mei 1995


Filmnya dibuka oleh suara narator, ”Saya akan menceritakanmu tentang William Wallace. Para sejarawan Inggris mungkin akan berkata saya adalah seorang penipu, tetapi sejarah ditulis oleh mereka -yang pahlawannya telah digantung.”

Pada adegan pertama, William Wallace muda melihat tubuh-tubuh orang dewasa dan anak-anak Skotlandia tergantung, mereka baru saja menemui perwakilan dari Edward I, yang lebih terkenal dengan sebutan Longshanks –si Jangkung. Edward I memerintah dengan kekejaman tanpa batas, yang memiliki obsesi menghancurkan populasi asli orang Skotlandia baik melalui perang maupun perkawinan. Ia menerapkan hukum kuno yaitu, primae noctis (“malam pertama”), yang membolehkan para bangsawan, tuan tanah dan sejenisnya untuk “memperawani” setiap gadis pada malam pernikahan mereka.


Dalam filem ini digambarkan oleh Mel Gibson sebagai pemeran William Wallace tokoh rakyat Skotlandia, menceritakan tentang kepahlawanan, perjuangan rakyat Skotlandia melawan penjajahan Inggris, yang diwarnai dengan rasa pedas penghkianatan. Film ini menjadi sangat enak sebagai masakan sinema. Film ini disutradarai sendiri oleh Mel Gibson.

Film bertema demikian mudah terjebak dalam kejenuhan, akan tetapi Mel Gibson dengan gaya seninya yang unik, berhasil membentuk figure seorang pahlawan nasional yang utuh, sentimental, berjiwa ksatria dan berperi-keadilan. Kegigihannya telah membuat film tersebut memperoleh beberapa penghargaan Oscar yang memiliki nilai seni tinggi.


Sesudah sang ayah dibunuh tentara Inggris beberapa tahun sebelumnya, Wallace balik ke kampung halaman, ia kemudian menikah diam-diam dengan gadis tetangga yang cantik bernama Helen serta melewatkan hari-hari yang tenang dan bahagia. Di atas tanah pegunungan Skotlandia yang memesona dan dengan latar belakang musik alunan alat musik khas bangsa Skotlandia yang terkesan lembut, indah dan syahdu, mengiringi dua orang muda-mudi menunggang seekor kuda berjalan dengan perlahan.

Namun pemandangan indah tersebut tidak berlangsung lama, suatu hari pasukan Inggris tiba-tiba menyerbu masuk halaman rumah mereka, menculik dan membunuh Helen yang bersumpah tidak mau menyerah.


Wallace memimpin pasukan Skotland bangkit berontak untuk membalas dendam kepada musuh. Proses perjuangan yang penuh derita, keberanian dan kecerdasan Wallace memperoleh respek dari orang-orang, bahkan utusan raja Inggris Edward, selir raja Isabel (Sophie Marceau) juga bertekuk-lutut oleh kejantanannya yang gagah perkasa dan bersedia membantunya secara diam-diam, bahkan cinta telah bersemi, dia mengatakan: "Aku mengagumi spirit kebanggaan di dalam sorot matamu".

"Setiap orang pasti mati, tetapi tidak setiap orang pernah benar-benar hidup." (Every man dies, not every man really lives.) Perkataan Wallace ini, telah menunjukkan sebuah pandangan hidup seorang pahlawan. Pasukan Inggris yang ia hadapi selain kuat, bahkan terbiasa menggunakan cara-cara keji, lagipula bangsawan Skotland sebagai pasukan persekutuan egois dan lemah.

Wallace selalu bertempur di garis paling depan dengan gagah berani, akhirnya karena tak kuasa melawan musuh yang lebih banyak, setelah terluka ia tertangkap pasukan Inggris. Raja Inggris Edward yang penyakitnya tak tertolong lagi tapi demi membuat jera lawannya, ia memutuskan menghukum mati Wallace. Namun ia masih berharap sebelum ajal mendengar Wallace memohon pengampunan.

Pemandangan eksekusi mati selamanya sangat brutal dan menakutkan, Mel Gibson di dalam penanganan shooting "brave heart" terkesan sangat canggih. Kereta tawanan mengangkut Wallace dengan kedua tangan terikat menuju arena kematian, para penonton yang berkerumun mendadak sunyi. Dua algojo kekar membawa Wallace ke podium pemancungan, pejabat pengawas eksekusi memamerkan kepadanya kapak dan golok yang memancarkan sinar kemilau dingin.

Mimik Wallace tenang. Kemerdekaan bangsa dan kebebasan rakyatnya adalah keyakinannya. Kini, detik-detik pengorbanan diri telah tiba. Sorot matanya tiba-tiba terfokus pada seorang anak perempuan berusia 4-5 tahun di bawah podium, wajahnya agak dekil dengan rambut awut-awutan.
Kematian diri sendiri, bukankah justru demi anak-anak ini dapat hidup dengan bahagia? Ia pernah mengatakan kepada kawan seperjuangan sebagai berikut: "Jika berperang, kalian mungkin bisa mati. Jika melarikan diri, minimal masih bisa¡K.hidup lebih lama sedikit. Tahun berlalu, hingga usia berakhir, relakah kalian? Begitu banyak hari-hari dimana hidup dengan menanggung hina, gantilah dengan sebuah peluang, hanya sebuah peluang saja. Kembali ke sini, katakan kepada musuh kita, barangkali mereka bisa merenggut nyawa kita, namun mereka selamanya tidak dapat merebut kebebasan kita (They may take our lives, but they’ll never take our freedom)"

Terdengar pejabat pengawas eksekusi membentak: "Asalkan kamu mengakui telah berkhianat kepada raja dan memohon kemurahan hatinya, maka bisa mengampunimu." Hati Wallace tak tergerak. Perintah diturunkan, seutas tali kasar dilingkarkan di lehernya, ia lalu diangkat ke atas, nyaris tercekik, tapi tak keluar sepatah katapun.

Tak lama kemudian, jeratan dilonggarkan, ia terbanting dengan keras di atas tanah. Lalu para algojo mengikat kedua ujung tangan dan kakinya serta ditarik ke arah berlawanan, kita samar-samar mendengar suara gemeretaknya tulang merekah. Mimik para penonton di seputar podium potong kepala beraneka ragam, dari sikap menonton keramaian pada awalnya berubah ke kengerian dan iba, merekapun terus menerus memohon untuknya: "Mohon pengampunan, mohon pengampunan!"

Kamera diubah arahnya: Nafas raja Inggris Edward sudah payah, ia berbaring di atas ranjang, dengan tatapan kosong menanti permohonan pengampunan dari Wallace. Sang selir Isabel memohonkan pengampunan kepada Wallace, sang raja dengan wajah bengis menolaknya. Si selir tahu sudah tak ada harapan, dia dengan air mata berlinang satu kata demi satu kata mengatakan kepada raja yang sedang sekarat tersebut: "Di perutku terkandung keturunannya dan anak ini akan menjadi raja masa mendatang."

Kamera dikembalikan ke sisi lain. Badan Wallace mengejang, tengkuk dan wajahnya dihajar sehingga penuh luka, ia masih saja bertahan. Pejabat pengawas hukuman kehilangan akal, ia memerintahkan para orang kekar mengikat empat anggota tubuh Wallace di atas podium pemotongan kepala. Mereka menggunakan pisau lengkung memotong bajunya dan dadanya.....massa penonton mengeluarkan suara terkejut dan ketakutan, kawan seperjuangannya yang berada di dalam kerumunan juga diam-diam memohon agar ia jangan lagi bertahan.

Ternyata, bibir Wallace bergetar seolah hendak bersuara. Pejabat pengawas hukuman menyambut dengan gembira, ia langsung memerintahkan anak buahnya untuk berhenti dan berupaya mendengar permohonan pengampunan Wallace. Pada adegan khusus itu terlihat: jakun Wallace bergerak-gerak, bibirnya bergetar, dengan mengandalkan kekuatan terakhirnya, ia berteriak dengan lantang: "Kebebasan (freedom)!" Energi teriakan tersebut seolah hendak menelan cakrawala langit, dengan dahsyatnya menggetarkan sanubari kita. Oh Tuhan, suara terkuat yang bisa dikeluarkan umat manusia, tak ada yang melebihi ini.

Di dalam teriakan menggelegar itu, Edward si raja sekarat menghembuskan nafas terakhir. Pejabat pengawas hukuman pupus tuntas harapannya, ia diam-diam menggelengkan kepala dan memberi tanda untuk action kepada sang algojo.

Selanjutnya adalah sebuah rekaman slow motion hasil karya sang master: kapak tajam yang berkilauan terayun melengkung di udara dengan perlahan, diiringi suara musik latar yang bergelora bercampur lembut nan indah, Wallace yang semula menadah ke langit menoleh ke arah kerumunan massa, sebuah bayangan yang dikenalnya berkelebat melewati massa, dengan entengnya berjalan menyongsong, ia dengan jelas melihat wajah tersenyum Helen sang istri.....kapak tajam menghunjam, sapu tangan di genggaman kuat Wallace terbang melayang-layang, itu adalah surat cinta sang istri.

Persis dengan Puisi Whitman: "Di tempat yang terdapat lelaki dan perempuan, para pahlawan senantiasa mengejar kebebasan."



Di dalam teriakan Wallace yang tak gentar oleh kematian, kita telah menyaksikan kebebasan. Teriakannya telah membangkitkan lebih banyak orang lagi untuk berjuang demi kebebasan. Selamanya tidak ada kebebasan yang diberikan cuma-cuma oleh penguasa lalim, hanya melalui pengorbanan baru bisa meraih kebebasan. Pada masa berlainan, negara berbeda, musuh dari kebebasan kemungkinan ada 1000, padahal kebebasan hanyalah satu: Kebebasan Wallace dengan kebebasan Anda dan saya adalah sama. Sementara ada orang yang menyegelnya, membetotnya, merusaknya, menghinanya, mengucilkannya, namun siapapun tidak akan mampu mengubah sebuah realita: kebebasan ada di dalam dasar jiwa kita.

Senin, 30 September 1991

Child's Play 3


Director: Jack Bender
Writers: Don Mancini
Release Date: 30 Agustus 1991


Film ini digarap oleh sutradara Jack Bender pada tahun 1991. Dibintangi oleh Justin Whalin, Perrey Reeves, Jeremy Sylvers dan Travis Fine.

Child’s Play 3 dimulai seperti biasa dengan rekonstruksi ulang boneka Chucky oleh pihak Good Guys. Rekonstruksi kali ini kembali memakai sisa-sisa boneka Chucky yang diceritakan tewas dalam film Child’s Play 2.

Setelah boneka tersebut selesai, kembali lagi roh Charles Lee Ray yang berada dalam tubuh Chuky hidup. Kali ini ia membunuh CEO Good Guys, Mr. Sullivan. Chucky lantas mencari tahu kemana Andy Barclay (Justin Whalin) pergi. Ia mendapatkan informasi dari data di komputer bahwa Andy Barclay kini sudah berusia 16 tahun dan ia sekolah di sebuah sekolah kemiliteran.

Setelah 8 tahun sejak peristiwa pembunuhan yang terjadi di child's play 2, hal itu membuat trauma pada Andy yang baru berusia remaja. Jiwa Andy mulai terguncang, seakan-akan Andy yang akan menjadi korban berikutnya. Akhirnya, Andy memutuskan untuk masuk akademi militer. Agar phisik dan mental siap menghadapi segalanya, terutama boneka Chucky yang dimasuki roh Charles.


Sementara itu, perusahaan mainan Play Pals Toy Company akan melanjutkan usahanya, yang selama ini mendapat publisistas buruk dan mendapat kecaman dari masyarakat setempat karena dianggap boneka produksinya sangat berbahaya dan mengancam banyak orang. Ketika pihak perusahaan boneka itu menggunakan kembali bahan lama, roh jahat Charles Lee Ray yang semasa hidupnya sebagai pelaku pembunuhan berantai, sekali lagi muncul dan masuk ke boneka Chucky.


Dalam usaha mencari Andy, boneka Chucky jatuh ke tangan anak yang lebih muda. Roh Charles menyadari, mungkin akan lebih mudah memindahkan jiwanya terhadap anak yang masih polos. Sasaran Chukcy mengejar Andy, karena dia satu-satunya yang tahu apa yang dihadapi Chucky. Sekarang tergantung Andy untuk menghentikannya.

Rabu, 05 Desember 1990

Child's Play 2


Director: John Lafia
Writers: Don Mancini
Release Date: 9 November 1990


Setelah sukses dipasaran dunia, kisah petualangan pembunuhan berantai yang dilakukan oleh boneka misteri ini dibuatlah sekuelnya. Kisahnya sendiri tetap terfokus pada sepasang Boneka yang bisa melakukan pembunuhan untuk setiap orang yang menghalangi keinginannya. Boneka ini kerasukan arwah jahat pelaku pembunuhan berantai semasa hidupnya.

Film ini arahan John Lafia, selaku sutradara yang dikenal spesial drama horor. Beberapa karya gemilang film horor lainnya yang selalu dikenang para pecinta seperti Freddy Nightmares, Monster, Corpse Killer dan lain-lain. 

Kali ini Andy diceritakan berusia 8 tahun. Ibunya, Karen dianggap gila karena kasus boneka Chucky, sedangkan Mike Norris diskors dari posisinya sebagai detektif karena telah membantu menyebarkan kasus aneh. Andy kali ini tinggal dengan keluarga Simpsons, dan ditempat lain, pihak Good Guys mencoba untuk membangun kembali boneka Chucky dan akan kembali melemparnya ke pasaran setelah kasus aneh dengan Andy.

Ketika perusahaan boneka Good Guy kembali membangun Chucky (dengan disaksikan Mr. Sullivan dan Mattson), secara tiba-tiba Chucky men-setrum salah satu kru rekonstruksi boneka Chucky dan kembali membuat jiwa Charles Lee Ray hidup kembali. Mr. Sullivan kemudian menganggap kejadian itu sebagai sebuah kecelakaan dan menyerahkan boneka Chucky kepada Mattson.

Di lain tempat, Andy diperkenalkan di keluarga Simpsons. Ia terkejut saat menemukan boneka Good Guys bernama Tommy tersimpan dalam lemari. Joanne Simpson kemudian segera membuangnya kedalam gudang. Di rumah keluarga Simpsons, Andy mendapat teman seorang remaja berusia 18 tahun, namanya Kyle .

Sementara itu, Mattson membawa boneka itu pulang. Saat dalam mobil, tiba-tiba Chucky hidup dan meminta Mattson mengantarkan Chucky ke rumah keluarga Simpsons. Setelah tiba di rumah Simpsons, Chucky membunuh Mattson dan juga mengubur boneka Tommy di dalam tanah. Ia lalu menyamar sebagai Tommy dirumah tersebut.

Phil Simpsons mencoba menenangkan Andy saat menjelaskan bahwa boneka tersebut adalah Tommy (padahal sebenarnya ia adalah Chucky). Saat menjelang tidur, Andy dikejutkan oleh kedatangan Chucky. Ia lantas berteriak bahwa Chucky hidup. Phil yang tetap yakin bahwa boneka tersebut adalah Tommy langsung membawa Chucky ke gudang dan melemparkannya. Chucky lalu mengeluarkan darah di hidung yang menandakan bahwa ia akan selamanya menjadi boneka beraga manusia.

Esok harinya, Chucky mengikuti Andy ke sekolah dengan bersembunyi di kolong bis. Saat disekolah, ia mencoba untuk mengagetkan Andy. Saat jam sekolah usai, Ibu Kettlewell melihat kertas ulangan Andy yang penuh dengan ungkapan bahasa kotor. Ia lantas meminta penjelasan Andy, dan Andy dihukum disekolah karena tertangkap basah membawa mainan.

Andy kemudian kabur lewat jendela. Saat Ibu Kettlewell mencoba mencari Andy yang ia kira bersembunyi di lemari, ia dikejutkan oleh kehadiran Chucky. Lantas Chucky membunuh Ibu Kettlewell dan ia kembali ke rumah keluarga Simpsons.

Malam harinya, dengan memakai pisau listrik, Andy mencoba untuk memotong boneka Chucky. Phil yang sudah tidak tahan lagi dengan Andy menemuinya di ruang bawah tanah sambil terus meyakinkan bahwa boneka itu adalah Tommy. Saat Andy kembali ke kamar, Chucky merebut pisau dari tangan Phil dan langsung membunuhnya.

Melihat suaminya tewas, Joanne kemudian memutuskan untuk mengembalikan Andy ke panti asuhan. Namun ia dikejutkan oleh alarm kebakaran yang dibunyikan Chucky. Sementara itu, Kyle yang sedang merokok di halaman belakang menemukan boneka Tommy terkubur dan hal ini semakin meyakinkan ia bahwa cerita Andy tentang Chucky adalah fakta. Namun ketika ia akan memberitahukannya kepada Joanne ia dipergoki oleh Chucky dan langsung mengancam untuk membunuhnya dengan pisau, kecuali ia dapat menemukan Andy malam itu juga.


Kyle langsung membawa Chucky pergi untuk menemui Andy. Karena frustrasi, Chucky memarahi Kyle dan akibatnya Kyle ditilang oleh polisi. Kemudian Chucky yang berhasil menemukan Andy memutuskan untuk naik ke truk milik sebuah perusahaan surat kabar.  Kyle mengejarnya hingga tiba di pabrik Good Guys. Kyle kemudian berhasil mencegah Chucky untuk mentransfer jiwanya kedalam raga Andy. Chucky akhirnya tewas setelah Kyle dan Andy memasukkan selang ke dalam mulutnya. Boneka Good Guys tersebut pun meledak dan hancur berkeping-keping

Jumat, 25 Mei 1990

Back to the Future Part III

Cast: Michael J. Fox, Christopher Lloyd, Mary Steenburgen, Thomas F. Wilson, Lea Thompson, Elisabeth Shue, James Tolkan, Matt Clark, Dub Taylor, Harry Carey Jr.
Director: Robert Zemeckis
Writers: Robert Zemeckis, Bob Gale
Release Date: 25 Mei 1990


Terdampar di tahun 1955, Marty kini harus terbang kembali mundur ke tahun 1885 untuk menolong sang professor, Doc Brown. Selamat dari serangan bangsa Indian dan masyarakat yang kurang ramah; kini tinggal bagaimana Marty harus menyeretDoc yang tengah jatuh cinta, kembali ke masa depan. Sekuel terakhir dari trilogy aksi fantastic karya sutradara Robert Zemeckis 


Back To The Future adalah film seri komedi petualangan fiksi ilmiah buah karya Bob Gale dan Robert Zemeckis yang rilis selama kurun waktu 1985-1990. Film yang disutradarai oleh Zemeckis sendiri diproduksi oleh Amblin Entertainment dan didistribusikan melalui Universal Pictures


Film ini terdiri dari 3 seri. Film pertama adalah film terlaris tahun 1985 dan menjadi fenomena internasional, yang mengarah ke film kedua dan ketiga yang difilmkan back-to-back dan dirilis pada tahun 1989 dan 1990 masing-masing. Meskipun dua sekuel terakhir tidak sesukses film pertama namun trilogi Back To The Future tetap sangat populer setelah hampir seperempat abad dan telah banyak muncul sebagai serial televisi animasi dan dalam peragaan perjalanan gerakan-simulasi di Universal Studios Theme Parks di Universal City, California (sekarang ditutup), Orlando, Florida (sekarang ditutup), dan Osaka, Jepang, serta Xbox. Ke depannya akan muncul juga dalam 360 Wii dan video game PS3. Efek visual film ini dilakukan oleh Industrial Light dan Magic.

Secara keseluruhan, trilogi ini dinominasikan untuk lima Academy Awards, salah satunya yang dimenangkan yaitu kategori Best Sound Editing..

Rabu, 20 Desember 1989

Back to the Future Part II

Cast: Michael J. Fox, Christopher Lloyd, Lea Thompson, Thomas F. Wilson, Elisabeth Shue, James Tolkan, Jeffrey Weissman, Casey Siemaszko, Billy Zane, J.J. Cohen
Director: Robert Zemeckis
Writers: Robert Zemeckis, Bob Gale
Release Date: 20 November 1989


Marty (Michael J. Fox) dan sang professor, Doc (Christopher Lloyd) pergi ke masa depan pada tahun 2015 utnuk meluruskan masa depan keluarga McFly. Namun sekembalinya ke Hill Valley di tahun 1985 mereka menemukan bahwa segala sesuatu telah berubah. Rupanya saat mereka di masa depan, musuh Marty, Biff Tannen, menemukan buku sport yang dibeli Marty yang digunakannya meraih keuntungan besar dalam judi dan mengacaukan Hill Valley. Untuk memperbaiki semuanya, Marty dan Doc harus kembali ke masa lalu di tahun 1955.

Back To The Future adalah film seri komedi petualangan fiksi ilmiah buah karya Bob Gale dan Robert Zemeckis yang rilis selama kurun waktu 1985-1990. Film yang disutradarai oleh Zemeckis sendiri diproduksi oleh Amblin Entertainment dan didistribusikan melalui Universal Pictures


Film ini terdiri dari 3 seri. Film pertama adalah film terlaris tahun 1985 dan menjadi fenomena internasional, yang mengarah ke film kedua dan ketiga yang difilmkan back-to-back dan dirilis pada tahun 1989 dan 1990 masing-masing. Meskipun dua sekuel terakhir tidak sesukses film pertama namun trilogi Back To The Future tetap sangat populer setelah hampir seperempat abad dan telah banyak muncul sebagai serial televisi animasi dan dalam peragaan perjalanan gerakan-simulasi di Universal Studios Theme Parks di Universal City, California (sekarang ditutup), Orlando, Florida (sekarang ditutup), dan Osaka, Jepang, serta Xbox. Ke depannya akan muncul juga dalam 360 Wii dan video game PS3. Efek visual film ini dilakukan oleh Industrial Light dan Magic.


Secara keseluruhan, trilogi ini dinominasikan untuk lima Academy Awards, salah satunya yang dimenangkan yaitu kategori Best Sound Editing..

Senin, 05 Desember 1988

Child's Play

Director: Tom Holland
Produksi: United Artists
Release Date: 9 November 1988


Cerita dimulai saat detektif Mike Norris menembak Charles Lee Ray (alias Chucky) pada 9 November 1988. Namun sebelum tewas, Charles masuk kedalam sebuah toko mainan dan menemukan sebuah dus berisi boneka Good Guy dan menggunakan ritual voodoo untuk memindahkan jiwanya kedalam boneka tersebut.

Keesokan harinya, Andy Barclay menginginkan boneka Good Guy setelah ia melihat iklan TV-nya. Namun sang ibu tidak mengizinkan Andy membeli boneka tersebut, dan memutuskan untuk membeli mainan lain. Setelah melihat anaknya yang terus-terusan sedih, Ibunya yang bernama Karen akhirnya membeli boneka Good Guy dari pedagang loak, dimana boneka yang ia beli adalah boneka yang berisi roh Charles Lee Ray.

Malam harinya, Andy bermain dengan bonekanya itu, dan si boneka mengatakan pada Andy bahwa ia bernama Chucky. Teman Karen yang bernama Maggie merebut boneka tersebut saat akan dibawa oleh Andy tidur. Namun secara tiba-tiba boneka itu mengambil palu dan memukul Maggie. Maggie kemudian jatuh dari jendela kamar dan meninggal dunia. Pembunuhnya dikatakan anonym (karena Andy dan Chucky dirasa tidak masuk akal membunuh).

Karen percaya bahwa boneka Good Guy-lah yang memengaruhi Andy. Ia kaget saat menemukan boneka Chucky tidak terpasang batere. Dan ia semakin kaget saat mengetahui bahwa batere untuk Chucky masih utuh bersegel did us boneka tersebut. Langsung, Karen melempar boneka tersebut kedalah tungku perapian, namun tiba-tiba Chucky hidup dan mengigit tangan Karen. Karen kemudian lari dari apartemennya. Ia lantas menghubungi Mike Norris, yang sedang menginvestigasi kematian Maggie.
Norris yang sebelumnya tidak percaya cerita Karen akhirnya juga diteror oleh Chucky. Ia berhasil kabur setelah menembak boneka tersebut

Chucky kemudian menemui John, yaitu guru voodoo-nya, dan bertanya kenapa ia berdarah saat ditembak. John kemudian berkata bahwa semakin lama Charles terjebak dalam boneka maka ia akan sedikit demi sedikit berubah menjadi jiwa manusia seutuhnya. Satu-satunya cara adalah dengan mengembalikan jiwa Charles kepada orang yang pertama ia temui (yaitu Andy). John kemudian mencoba untuk mencegah Chucky pergi kembali ke Andy, namun gagal, dan ia malah dibunuh oleh Chuky.


Mike dan Karen segera bergegas ke apartemen untuk menemui Andy. Mereka berdua menemukan Chucky sedang bersiap memindahkan jiwanya kedalam tubuh Andy. Namun akhirnya gagal setelah berhasil dicegah oleh Mike dan Karen.