Minggu, 27 Juli 2003

Charlie's Angels: Full Throttle


Cast: Drew Barrymore, Cameron Diaz, Lucy Liu, John Cleese, John Forsythe
Director: McG
Writers: John August, Cormac Wibberley, Marianne Wibberley
Release Date: 27 Juni  2003


Kisah drama aksi Charlie's Angels ini diawal tahun 2000 berhasil meraih sukses besar di beberapa negara, bahkan satu bulan dalam pemutaran perdana, dikabarkan telah meraup keuntungan ratusan juta dollar. Maka tak heran, dibuat sekuelnya untuk melanjutkan kesuksesannya.


Sebenarnya, film ini terinspirasi dari kepopuleran serial televisi yang diperankan oleh 3 artis cantik papan atas. Film aksi laga ini berdasarkan serial tersebut, diarahkan oleh sutradara sama dari film sebelumnya yaitu McG.


Berawal dari 3 detektif cantik dan handal, Natalie Cook (Cameron Diaz), Dylan Sanders (Drew Barrymore) dan Alex Munday (Lucy Liu), yang bekerja pada perusahaan detektif swasta Charlie Townsend Private Investigation. Sebagai agen penyelidik berpengalaman, mereka mendapat tugas untuk menemukan sejumlah perhiasan yang hilang. 

Perhiasan yang hilang ini bukanlah perhiasan biasa karena perhiasan itu berisi informasi saksi perlindungan FBI. Sebelumnya, satu persatu dari 5 orang saksi mati terbunuh secara misterius. Maka agen-agen charlie melakukan penyamaran untuk dapat membongkar kasus pembunuhan yang bertalian dengan kasus yang belum terungkap.



Bila Charlie's Angels pertama bisa disebut 'A textbook for summer film' (dalam arti kata dumb, loud and fun) maka Charlie's Angels: Full Throttle adalah 'textbook for summer sequel'. Charlie's Angels 2 sama saja dengan yg pertama hanya budget yg lebih, lebih besar, lebih berisik, lebih panjang dan lebih dumb.

Sepertinya film ini tidak terlalu peduli dengan plot. Tidak ada alur linear, perkembangan karakter atau penjelasan plot yang jelas; lebih difokuskan kepada aktifitas para angels di dalam dan luar tugas, teknik penyamaran-penyamaran konyol yang mereka lakukan (dari menyamar menjadi penari Pussycat Lounge sampai menjadi agen koroner) dan juga cara-cara nyeleneh mereka dalam mengerjakan tugas mereka (menjadi biarawati). Apa yg dilakukan para pemainnya adalah having fun, and it shows. Doesn't mean we have to like it, though.


Akting para pemainnya boleh juga sih, mengingat filmnya yg buat fun doang; Cameron Diaz memang mempunyai comic timing yg cukup bagus, dan peran Drew Barrymore cukup ok lah. Dari ketiga Angels ini sepertinya Lucy Liu lah yang paling menonjol, dengan pembawaannya yang agak judes namun tidak seliar Drew Barrymore. Menggantikan peran Bosley yg ditinggalkan Bill Murray adalah Bernie Mac. Brotha satu ini benar2 mempunyai comic timing yg tinggi, pembawaannya yg cukup nervous sangat menunjang sebagai pengganti Murray. Demi Moore tidak pernah dikenal sebagai aktris yang handal, namun walau muncul cuman 20 menit saja dia cukup meninggalkan kesan, terutama karena badannya yang bagus. Dengan shot slow motion ketika tante Moore berlari-lari di pinggir pantai, sepertinya dia bisa menjadi iklan yg bagus untuk program diet, olahraga dan operasi plastik .Tapi apa gunanya menutupi identitasnya di film ini, kalau 99% materi promosinya sudah menggembar-gemborkan tante Moore sebagai penjahat?



Bintang pendamping dan cameonya juga banyak, hampir menyaingi Zoolander. Luke Wilson dan Matt LeBlanc kembali muncul sebagai pacarnya Natalie dan Alex, tapi tidak berbuat banyak. Matt LeBlanc masih mending walau perannya hanya sebagai bantingannya Lucy Liu. Terus ada Crispin Glover yg kembali sebagai Creepy Thin Man, walau akhirnya dia sempat mempunyai adegan menarik dengan Drew Barrymore, tapi sebenarnya dia hanyalah sekedar tempelan. John Cleese muncul sebagai ayahnya Lucy Liu, tapi perannya hanya sebatas ayah yg salah paham mengira anaknya seorang hostess. Lucu sih pada awalnya tapi lama kelamaan membosankan juga. Lalu ada Justin Theroux sebagai mantan pacarnya Dylan yg ternyata seorang mafia Irlandia, lengkap dengan bodi super kencang dan aksen Irish superkentalnya. Terus Rodrigo Santoro yg kerjanya hanya berlari-lari dalam slow motion, Bruce Willis dan Robert Patrick yg hanya sebagai setup dari cerita dan juga cameo dari Pink, Eve, dan si kembar Mary Kate dan Ashley Olsen. 


Sutradara McG memang mempunyai kemampuan visualisasi yg baik, dan juga mampu menciptakan alur yg cepat. Dia bisa pushing the limit of the PG-13 film (I swear at some point I can see some n/pples!). Tapi durasi 106 menit rasanya agak terlalu panjang untuk visual-visual indah dan musik yg berisik, jadinya kok seperti video clip yg panjangnya 2 jam?

Senin, 25 Februari 2002

The Count of Monte Cristo


Cast: James Caviezel, Guy Pearce, Richard Harris, James Frain, Dagmara Dominczyk, Michael Wincott, Luis Guzmán, Christopher Adamson
Director: Kevin Reynolds
Writers: Jay Wolpert base on novel Alexandre Dumas
Release Date: 25 January 2002


Sebuah cerita yang diangkat dari sebuah buku novel karangan penulis besar Perancis, Alexandre Dumas yang diterbitkan sekitar tahun 1870an. The Count of Monte Cristo hanyalah salah satu dari sekian banyak karya Alexandre Dumas yang tak kalah fenomenal seperti The Three Musketeers. Novel ini mengambil latar belakang jaman pergolakan di Perancis pada saat runtuhnya kekuasaan Napoleon Bonaparte sebagai panglima perang Perancis, dengan segala intrik dan skandal yang meliputinya.

Rumah produksi raksasa Hollywood Buena Vista Films mengangkat kisah roman abad ke-19 karya sastrawan Prancis Alexandre Duma berjudul "The Count of Monte Cristo" ke layar lebar. Karya yang dikemas menjadi film kolosal ini dibintangi aktor Jim Caviezel dan Guy Pearce. Tak ketinggalan, sutradara Kevin Reynolds mengarahkan film yang berkisah tentang perjuangan pelaut muda Emond Dantes. 

Kisah dibuka dengan kedatangan kapal Pharaon di pelabuhan Marseilles. Edmond Dantes turun dari kapal menemui Monsieur Morrel, pemilik kapal untuk menceritakan tentang kapten Pharaon yang meninggal dalam perjalanan. Sebelum meninggal, sang kapten menitipkan surat kepada Edmond untuk disampaikan pada seseorang di pulau Elba, yang waktu itu menjadi tempat pengasingan Napoleon Bonaparte. Dari pulau Elba, Edmond dititipi surat balasan untuk disampaikan secara pribadi kepada seseorang pengikut setia Napoleon di Marseilles. Edmond tidak tahu-menahu tentang persoalan politik dan perseteruan antara pengikut Napoleon dan pengikut Raja Louis  XVIII. Setelah kematian kapten Pharaon, Dantes dipromosikan menjadi kapten untuk pelayaran dagang berikutnya. Promosi ini tidak disukai oleh Danglars, sesama kru Pharaon.


Setelah menemui Monsieur Morrel, Edmond menemui Mercedes, tunangannya dan mulai merencanakan untuk segera menikah. Promosi Edmond sebagai kapten kapal memungkinkan pernikahan itu segera dilakukan. Ini tidak disukai oleh Fernand Mondego, yang juga sedang berusaha mendekati Mercedes. Nah, apa yang dilakukan oleh dua orang yang membenci satu orang yang sama? Tentu saja bersekutu dan membuat ‘barisan sakit hati’. Dengan dibantu oleh seorang tetangga licik Edmond yang bernama Caderousse, ketiganya menulis surat palsu kepada Jaksa Wilayah, Monsieur Villefort, menyatakan bahwa Edmond Dantes adalah seorang mata-mata dan partisan Napoleon. Tepat pada malam perjamuan sebelum pernikahan Edmond dan Mercedes, Dantes ditangkap dan digelandang ke pengadilan.

Di depan Villefort, Dantes membela diri dan menceritakan semuanya, termasuk tentang surat rahasia yang harus disampaikannya kepada seorang pendukung Napoleon di Marseilles. Ketika Dantes mengatakan kepada siapa surat tersebut ditujukan, Villefort terkejut bukan main. Jika orang lain tahu tentang siapa tujuan surat itu, maka hancurlah reputasi dan nama baik Villefort sebagai Jaksa dan sebagai pendukung setia Raja Louis  XVIII. Surat tersebut ditujukan tak lain kepada ayahnya sendiri, Monsieur Noirtier. Dengan alasan ingin menyelamatkan Dantes, Villefort meminta surat tersebut dan membakarnya di depan mereka berdua, agar tidak ada lagi bukti yang dijadikan alasan dakwaan Dantes. Alih-alih dibebaskan, Dantes malah dikirim ke Chateu D’if, penjara yang seperti nusakambangan, tanpa ada kejelasan berapa tahun masa hukuman.

Di sel bawah tanah Chateu d’if itulah, Dantes menghabiskan beberapa tahun sebelum akhirnya bertemu dengan sang pendeta, Abbe Faria yang tiba-tiba saja muncul dari dalam tanah. Sang Pendeta telah menggali terowongan selama bertahun-tahun yang awalnya dimaksudkan agar berujung di tebing laut, tetapi malah berujung di sel Dantes. Dari pertemuannya dengan Abbe Faria itulah mata, telinga dan pemikiran Dantes mulai terbuka, termasuk terhadap rencana jahat yang telah menimpanya. Sejak Dantes dikuasai dendam, hingga akhirnya Dantes berhasil kabur dari Chateau d’If.

Dantes berhasil selamat setelah berenang ke sebuah pulau, bertemu dengan kawanan bajak laut Luigi Vampa, yang kebetulan sedang ingin mengeksekusi salah satu anak buah, lalu Dantes disuruh untuk bertarung dengan si anak buah itu, kemudian Dantes menang, selanjutnya karena kebaikan Dantes, si anak buah yang bernama Jacopo itu tidak dibunuh, dan akhirnya menjadi pengikut setia Dantes. Maka dimulailah rencana-rencana pembalasan dendam.

Selama belasan tahun menghilang, dan dikabarkan telah tenggelam dalam upayanya kabur dari Chateau D’if, tidak ada satu pun orang yang mengenali Edmond Dantes ketika dia muncul sebagai Count of Monte Cristo, dengan segala kekayaan dan keglamorannya. Banyak hal telah berubah di Marseilles. Ayahnya telah meninggal karena kelaparan. Danglars sudah menjadi bankir kaya raya dan bergelar Baron, Fernand Mondego telah menjadi jenderal dan berubah nama menjadi Monsier Morcref, dan pahitnya, telah menikahi Mercedes dan memiliki satu putra yang sudah remaja, bernama Albert.


Lewat sebuah penyelamatan yang direncanakan, Count of Monte Cristo menyelamatkan Albert di Roma dari penculikan oleh bandit Itali, Luigi Vampa. Atas usaha penyelamatan itu, Count Monte Cristo meminta Albert untuk menjadi pembimbingnya dalam memasuki dunia sosialita Paris, tempat musuh-musuh Dantes berada. dan skenario pembalasan dendam pun, satu per satu mulai dijalankan. Dengan kekayaan yang dimilikinya yang berasal dari harta karun Abbe Faria, tidak ada yang tidak mungkin bagi Dantes.

Dantes seolah menjadi agen Tuhan dalam memberikan keadilan kepada manusia. Monsieur Morrel dan keluarganya, yang telah banyak berbuat baik kepada Dantes, dan beberapa kali mendatangi Villefort untuk meminta pembebasan Dantes, diberikan balasan keberuntungan dan penyelamatan secara tak terduga. Di saat Monsieur Morrel putus asa dan hampir bunuh diri karena usaha perdagangannya bangkrut, pada detik-detik terakhir, muncul malaikat penolong bernama “Sinbad the Sailor” yang tidak lain adalah Dantes sendiri. Meski demikian, pertolongan inipun tetap dilakukannya dengan cara yang cantik dan misterius, benar-benar seperti cara kerja Tuhan dalam membalas perbuatan kebaikan manusia.

Sang Count dengan lihai memainkan intrik demi intrik, konspirasi demi konspirasi demi membuka kedok para musuh-musuhnya satu demi satu. Saat musuh-musuhnya telah sekarat dan di ambang kehancuran, barulah dia membuka siapa dirinya sebenarnya. Nama yang telah terkubur dan terlupakan itu seolah menjadi hantu dari masa lalu.


The Count of Monte Cristo sarat akan pesan yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kehidupan yang kala itu seperti tengah dilanda krisis moral. Dimana seorang pria muda yang polos bersahaja dapat berubah total menjadi sosok yang mampu melakukan segala hal demi menuntaskan dendamnya. Pria tersebut hanyalah kambing hitam dari intrik dan skandal politik dalam rangka menjatuhkan posisi Napoleon Bonaparte yang tengah menjalankan misi agresinya ke berbagai belahan dunia untuk memperluas kekuasaan kerajaan Perancis kala itu.

Dalam novel ini Alexandre Dumas mengemas kisahnya dengan sangat manarik. Skenario balas dendam yang dijalankan oleh Edmond Dantes atau Count Monte Cristo benar-benar rapih. Selepas melarikan diri dari penjara dan memiliki harta yang melimpah ia tidak langsung melakukan aksi balas dendamnya terhadap mereka yang telah menghancurkan hidupnya.Dengan sabar ia merangkai dan melaksanakan berbagai rencana balas dendamnya dengan sangat rapih dan cerdas sehingga dibutuhkan waktu sekitar 25 tahun sejak dirinya dipenjara hingga dendamnya terbalas tuntas



Seperti layaknya seorang grand master catur, semua langkah yang disusun oleh Monte Cristo benar-benar penuh perhitungan, semua aksinya dilakukan secara amat wajar sehingga tak seorangpun menduga bahwa semua ini adalah perbuatan Monte Cristo sebelum ia membeberkan semua rencana dan jati dirinya terhadap musuh-musuhnya yang saat itu sudah berada di ujung tanduk.

Dalam melahirkan karya-karyanya, Dumas juga selalu berkolaborasi dengan para asistennya. Sepanjang kariernya Dumas telah menulis sekitar 250 buku dengan dibantu oleh 73 asisten dan para kolaboratornya. Salah satu yang terkenal adalah Auguste Maquet, seorang guru sejarah. Dalam The Count of Monte Cristo Maquetlah yang membuat garis besar alur dan draftnya, sedangkan Dumas menambahkan detail dan dialognya.


The Count of Monte Cristo pertama kali dimuat di harian Journal des Debats dalam 18 bagian dari tanggal 28 Agustus 1844 sampai 28 Agustus 1846. Versi lengkap novel dalam bahasa Prancis dipublikasikan sepanjang abad ke 19. Sedangkan versi bahasa Inggrisnya terbit pada tahun 1846.
Novel ini kemudian menjadi novel klasik yang terus dibaca hingga kini, sedikitnya novel ini telah diterjemahkan ke dalam 100 bahasa, dan telah tujuh kali dibuat film baik itu layar lebar maupun serial TV, selain itu telah berkali-kali juga dibuat naskah dramanya.

Senin, 22 Januari 2001

Cast Away

Cast: Tom Hanks; Helen Hunt; Viveka Davis; Valerie Wildman
Director: Robert Zemeckis
Release Date: 22 Desember  2000

CAST AWAY' dibintangi Tom Hanks, Paul Sanchez, Helen Hunt dan Lari White akan menjadi tontonan yang menegangkan, film ini membawa pengemarnya pada setting Asia yang 'hijau dan subur' sebagai bagian petualangan untuk dapat kembali ke New York. 


Kisah berawal dari Chuck Noland yang diperankan Tom Hanks adalah seorang eksekutif muda di perusahaan jasa raksasa Federal Express (FedEx). Meskipun gila kerja, Chuck tetap memiliki impian untuk hidup berkeluarga. Sebelum perjalanannya meninjau cabang FedEx di Malaysia, Chuck melamar tunangannya Kelly diperankan Helen Hunt. Sayang ia tidak berhasil kembali lagi ke New York untuk menunaikan janjinya menikahi Kelly. Pesawatnya mengalami kecelakaan, dan hanya ia sendiri yang selamat. 


Chuck terdampar di sebuah pulau terpencil tanpa setitik harapan untuk dapat kembali lagi. Dengan kalender yang dibuatnya sendiri, Chuck dapat mengira-ngira berapa banyak waktu yang sudah berjalan. Setelah empat tahun terdampar, Chuck kini mahir menangkap ikan dengan kayu tajam, membuat api secara tradisional, dan terbiasa hidup dalam kesendirian.

Di tengah-tengah kekecewaannya, ia membuka bungkusan paket FedEx yang ada bersamanya. Ada barang-barang yg dapat digunakan oleh Chuck. Bahkan ada sebuah bola voli yang menjadi teman sharing Chuck, Wilson. Hari demi hari, Chuck habiskan dengan berburu makanan utuk bertahan hidup, melihat apakah ada kapal yang lewat dan curhat ke Wilson. Chuck begitu terhibur dengan kehadiran Wilson di sisinya, dia merasa mendapatkan teman berbicara yang bisa diajak cerita di tengah-tengah keterasingan dirinya. Chuck berusaha menggangap Wilson seperti makhluk 'hidup'. Berbicara padanya seolah-olah dia bisa mendengar dan merasakan penderitaan yang dialami Chuck.


Disini saya kembali berpikir tentang hakikat manusia adalah makhluk sosial yang butuh berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya, bukan dengan benda, bukan dengan hewan. Ada sisi bagian dari hidup manusia yang membutuhkan relasi dengan sesamanya. Empat tahun kehidupan Chuck di pulau itu, empat tahun pula Wilson selalu setia ter"senyum" menemaninya. Ketidakterpenuhan akan kebutuhan untuk berelasi dengan sesama manusia, mengakibatkan seseorang bersikap "aneh "dan depresi serta dapat mengakibatkan dampak yang serius: berakhir dengan bunuh diri, seperti yang pernah Chuck coba lakukan namun gagal.


Bukan suatu hal yang mudah untuk menjadi seorang 'asing' dalam lingkungan yang benar-benar terasing tanpa kehadiran manusia seorangpun. Ini yang Chuck alami. Ketersendiriannya diisi dengan 'curhat' pada Wilson & memandang foto Kelly,pacarnya yang seolah-olah menemaninya saat itu. Ada suatu harapan untuk Chuck dpt kembali ke kotanya dan menikah dengan Kelly. Harapan ini yang menjadi 'api' yang menghangatkan Chuck di kala ia kedinginan dan kesepian. Harapan ini tidak selamanya menghangatkan Chuck, kedahsyatan alam sekitarnya dan akal logikanya membunuh perlahan-lahan pengharapan itu. Sampai akhirnya Chuck membiarkan pengharapannya hilang terbawa semilir ombak di pantai itu.


Sampai suatu ketika, Chuck menemukan potongan pintu besi pesawat terbangnya yang dapat digunakan sebagai layar pada perahu kayunya. Pengharapannya seketika muncul kembali. Dia pun merancang 'escape'nya dengan matang dan teliti. Perjuangan Chuck untuk dapat keluar dari pulau itu tidak mudah, ombak demi ombak menghantam perahunya. Matahari yang begitu menyengat kulitnya, Dinginnya air laut dan udara di malam hari menjadi 'teman' Chuck selama di laut. Sampai akhirnya Chuck pun harus merelakan kepergian "Wilson" yang telah menjadi teman setianya selama empat tahun.

Minggu, 03 Desember 2000

Charlie's Angels

Cast: Cameron Diaz, Drew Barrymore, Lucy Liu, Bill Murray, Sam Rockwell, Kelly Lynch, Tim Curry, Crispin Glover, Luke Wilson, John Forsythe, Matt LeBlanc, Tom Green, LL Cool J
Director: McG
Writers: Ryan Rowe, Ed Solomon, John August
Release Date: 3 November 2000


Natalie (Diaz), Dylan (Barrymore), dan Alex (Liu) adalah tiga wanita berbakat, tangguh, wanita atraktif yang bekerja sebagai penyelidik pribadi untuk jutawan yang tak terlihat bernama Charlie (disuarakan oleh Forsythe). Charlie menggunakan speaker di kantor untuk berkomunikasi dengan para Angels, dan asistennya Bosley (Bill Murray) bekerja dengan mereka secara langsung bila diperlukan.


The Angels yang ditugaskan untuk mencari Eric Knox (Sam Rockwell), seorang jenius yang menciptakan perangkat lunak sistem pengenalan suara revolusioner dan kepala perusahaan miliknya sendiri, Knox Enterprises. Knox diyakini telah diculik oleh Roger Corwin (Tim Curry), yang menjalankan sebuah perusahaan komunikasi satelit yang disebut Redstar. The Angels menyusup pesta yang diadakan oleh Corwin dan tempat "orang kurus mengerikan" (Crispin Glover) yang terlihat di video pengawasan selama penculikan Knox. Mereka mengejar dan melawan pria kurus, tapi dia melarikan diri. Ketika mereka mengikutinya, mereka malah menemukan Knox.


Setelah The Angels menyatukan kembali Knox dengan mitra bisnisnya Vivian Wood (Kelly Lynch), Charlie menjelaskan bahwa mereka harus memastikan apakah pria kurus telah mencuri perangkat lunak pengenalan suara milik Knox. The Angels menyusup markas Redstar, mengelabui sistem keamanan, dan menanam perangkat dalam komputer pusat yang akan memungkinkan mereka untuk menjelajahi jarak jauh. Mereka mengundurkan diri malam harinya setelah memberikan Bosley (Bill Muray) sebuah komputer laptop yang menghubungkan dengan komputer Redstar.


Dylan mengambil tawaran Knox untuk menghabiskan malam bersamanya, tapi Knox mengkhianatinya malam itu, menjelaskan bahwa ia telah memalsukan penculikan dengan bantuan dari Vivian dan pria kurus. Dia telah menculik Bosley, dan dengan akses ke komputer pusat Redstar, dia bermaksud untuk menggunakan perangkat lunak suaranya dengan jaringan satelit Redstar untuk menemukan dan membunuh Charlie, yang dia percaya telah membunuh ayahnya saat Perang Vietnam.


Charlie's Angels disutradarai oleh McG, dibintangi Cameron Diaz, Drew Barrymore, dan Lucy Liu sebagai tiga wanita yang bekerja untuk sebuah agen investigasi swasta. Film ini didasarkan pada serial televisi dengan nama yang sama dari akhir 1970-an, yang diadaptasi oleh penulis skenario Ryan Rowe, Ed Solomon, dan John August.

Senin, 19 Juni 2000

Dinosaur


Director: Ralph Zondag, Eric Leighton
Writers: John Harrison, Robert Nelson Jacobs, Thom Enriquez, Ralph Zondag
Release Date: 19 Mei 2000


Diceritakan sekawanan dinosaurus yang hidup damai di suatu tempat dikagetkan oleh datangnya Carnotaurus (dinosaurus karnivora, semacam T-Rex). Seekor iguanodon matian-matian melindungi telur-telurnya yang pada akhirnya hancur terinjak, meninggalkan satu telur yang masih utuh.

Telur itu kemudian terbawa arus dan tanpa sengaja menjadi 'oper-operan' oleh dinosaurus-dinosaurus lain. Telur tersebut akhirnya terdampar di pulau seberang, di wilayah tempat tinggal sekawanan lemur. Plio, anak dari kepala suku lah yang pertama mengetahui bahwa itu adalah telur dinosaurus. Plio memutuskan untuk memeliharanya, yang awalnya ditentang ayahnya, Yar. Plio menamakan dinosaurus tersebut Aladar.


 
Tahun berganti tahun, Aladar yang sudah dewasa tumbuh sebagai dinosaurus herbivora dan berkerabat dekat dengan lemur-lemur lainnya. Tanpa disangka, pada suatu sore, sekelompok meteorid melibas habis pulau mereka, menyisakan Aladar, Plio, Yar dan dua anak Plio, Zini dan Suri


Kini merekapun harus mencari tempat yang baru. Perjalan mereka di pulau seberang bermula ketika mereka dihadang oleh raptor dan terselamatkan oleh sekawanan dinosaurus yang bertahan hidup. Pertama kalinya Aladar bertemu dengan spesiesnya. Sekawanan itu, dipimpin oleh Kron, Bruton dan adiknya Neera, memiliki tujuan menemukan tempat tinggal baru. Perjalanan tersebut semakin rumit akibat keegoisan Kron, ancaman Carnatours serta teman-teman Aladar yang baru, Baylene dan Emma, dinosaurus tua yang tidak kuat untuk bergerak cepat.


Visual effect yang dipakai dalam film ini memang over-the-top, real dan terlihat sangat halus. Ditambah lagi dengan score yang beautiful. Perjalanan Aladar yang mendebarkan dipenuhi oleh ketegangan dan haru-biru benar-benar berkesan. Banyak adegan-adegan penuh aksi yang seru untuk ditonton, seperti ketika meteor berjatuhan dan menghancurkan pulau Aladar dan kawanan lemur keluarganya, ketika pertama kali bertemu raptor, dan tentu saja adegan klimaks saat melawan Carnotaurus.

Ada pesan moral dalam kisah ini, yaitu sikap perduli dan saling tolong menolong. Seperti sifat Aladar yang sungguh sangat peduli dengan keluarga nya (walaupun beda spesies) dan juga dinosaurus tua yang tertinggal di belakang kawanan serta jiwa pemberani nya dalam melawan Kron dan Carnotaurus. Kepedulian Aladar kepada para dinosaurus uzur lah yang membuat dinosaurus-dinasaurus tersebut juga ikut bangkit dan kembali memiliki rasa percaya diri.

Jumat, 25 Desember 1998

A Bug's Life

Cast: Dave Foley, Kevin Spacey, Julia Louis-Dreyfus, Hayden Panettiere, Denis Leary, Phyllis Diller, Joe Ranft, David Hyde Pierce, Brad Garrett, Richard Kind, Bonnie Hunt, Jonathan Harris, Madeline Kahn, Roddy McDowall, John Ratzenberger
Director: John Lasseter
Writers: John Lasseter, Andrew Stanton, Donald McEnery, Joe Ranft, Bob Shaw
Produksi: Disney Pixar
Release Date: 25 Nopember 1998


Bagi kehidupan semut tak ada istilah piknik !  Sebab setiap tahunnya sekelompok belalang datang ke bukit semut untuk menerima bahan makanan yang telah dikumpulkan kaum semut. Kebiasaan tersebut berlangsung dari tahun ke tahun dan hal tersebut biasa mereka sebut sebagai "persembahan" bagi kaum belalang.








Flik, seekor semut yang menyebut dirinya sang pemikir, sebenarnya sudah lama ingin agar tradisi tersebut berubah. Satu ketika tanpa disengaja Flik menghanyutkan bahan makanan yang sebenarnya hampir saja terkumpul. Hal tersebut jelas membawa masalah bagi kaum semut.  Sebab pada saat kelompok belalang muncul, mereka tak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kelompok belalang pun memberikan kesempatan kedua bagi kaum semut untuk mengumpulkan kembali bahan makanan yang diperlukan.

Flik pun menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta bantuan kelompok kumbang yang sudah lama bermusuhan dengan kelompok belalang. Ia pun kemudian mengembara untuk menemukan kelompok kumbang. 


Namun sayangnya ia hanya bertemu dengan sekelompok anggota sirkus. Dengan waktu yang tersisa, Flik dan teman barunya itu melakukan persiapan untuk menghadapi kelompok belalang. Flik pun berusaha membuat sebuah rencana baru untuk dapat mempertahankan kelompoknya dari serangan para belalang sekaligus memberikan kelompok semut sebuah harapan baru.


Terlihat jelas sekali kalau Pixar memang sebuah studio animasi yang mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas animasinya sejak dulu. Rasanya mereka memiliki sebuah formula rahasia dalam meracik sebuah cerita yang menarik. Semua itu adalah hasil ide cemerlang dari sang sutradara, yaitu John Lasseter yang dicap banyak orang sebagai reinkarnasi Walt Disney saat Disney sendiri sering kehilangan jati dirinya akhir-akhir ini. Kita dimanja oleh animasi yang luwes dan background yang berwarna-warni.



Tema cerita di mana pahlawan kita pada awalnya selalu dianggap remeh dan berusaha disingkirkan oleh orang-orang di sekitarnya lalu ia berusaha untuk memperoleh pengakuan memang klise, tetapi Pixar dapat membuatnya tetap terasa fresh. Hal lain yang menurut saya menarik adalah imajinasi para animator Pixar yang besar. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bisa kumpulan sampah para manusia bisa disusun sedemikian rupa menjadi sebuah kota yang ditinggali oleh para serangga. Pixar mampu menciptakan dunia yang unik di setiap animasinya


Film ini memunyai cerita yang seru ditambah adegan petualangan dan dialog inspiratifnya. Yup film ini inspiratif, dari yang dikatakan ‘the loser’ hingga tepuk tangan meriah mampu memberi semangat untuk menontonnya. Anda bisa menemui serangga-serangga yang mahir sirkus di film ini, tidak masuk akal namun lucu dan tetap inspiratif. 

Kisah Flik yang pantang menyerah demi memperbaiki kesalahannya memang cukup menarik untuk disimak. Bahu membahu meyakinkan para serangga hingga harus berbohong sekalipun. Dengan bantuan beberapa temannya dia berjuang melawan musuh. Karena karakter Flik yang cerdas, kreatif, dan tidak mudah putus asa inilah yang menjadi magnet utama A Bug’s Life. A Bug’s Life memang sebuah tontonan keluarga yang patut disimak.

Senin, 16 November 1998

Bride of Chucky

Cast: Jennifer Tilly; Brad Dourif; Katherine Heigl; Nick Stabile
Director: Ronny Yu
Writers: Don Mancini
Release Date: 16 Oktober 1998


Bride of Chucky (dikenal juga dengan nama Child's Play 4: Bride of Chucky) adalah sebuah film horor yang disutradarai oleh Ronny Yu. Berbeda dengan tiga film Child's Play sebelumnya, film keempat Chucky ini lebih banyak menampilkan sisi komedi berbalut misteri. Brad Dourif masih tetap menjadi pengisi suara Chucky dalam film ini. Chucky sendiri mendapatkan teman baru yaitu Tiffany (dengan pengisi suara Jennifer Tilly). Film ini tidak banyak membahas tentang Charles Lee Ray dan sosoknya sebagai pembunuh seperti dalam tiga film sebelumnya.


Chucky kembali hidup setelah mati seperti yang diceritakan di Child’s Play 3. Kali ini ia mempunyai teman wanita bernama Tiffany, yang sudah lama ia kenal sejak 10 tahun lalu saat Chucky masih bernama Charles Lee Ray dan saat itu ia mentransfer jiwanya pada boneka Good Guy.

Ketika Tiffany bertanya pada Chucky apakah ia akan menikahinya sejak memberinya cincin, Chucky malah menjawab bahwa ia sebenarnya mencuri cincin tersebut dari seorang perempuan kaya karena harganya terlalu mahal bila ia beli sendiri. Harga cincin tersebut sekitar 5000-6000 dollar AS.

Tiffany kembali bertanya, “Jadi, kenapa kamu tidak pernah mengajak aku menikah?” Chucky menjawab, “Apa, apakah aku seorang pembohong besar?” sambil tertawa.

Tiffany kemudian marah dan menjauhi Chucky. Ia lantas pergi ke kamar mandi. Sementara dikamarnya Tiffany menyalakan TV. Sementara itu Chucky kabur dengan menggunakan cincin tersebut. Mengetahui Tiffany sedang ada di kamar mandi, Chucky lalu melubangi tembok kamar mandi dan mendorong TV kedalam kamar mandi. Akibatnya Tiffany kesetrum dan tewas. Kembali lewat ritual voodoo, Chucky memindahkan jiwa Tiffany kedalam sebuah boneka.

Setelah Tiffany hidup kembali, pasangan Chucky dan Tiffany kemudian pergi ke makam Charles Lee Ray untuk mendapatkan sedikit mukjizat. Sebab tanpa begitu, jiwa Chucky dan Tiffany selamanya akan terkurung dalam boneka.


Childs Play adalah salah satu horor yang keren dan lumayan menyeramkan. Demi mengembalikan lagi citranya setelah sekuel yang buruk, muncullah Bride of Chucky yang ditulis langsung oleh sang pencipta Childs Play, sementara kursi sutradara diberikan kepada Ronny Yu.



Ada Tiffany, seorang perempuan sakit jiwa dengan delusi rock n roll. Pecinta boneka yang rela membunuh polisi demi menemukan boneka pembunuh terkenal, Chucky. Setelah melakukan ritual voodoo dan menghidupkan kembali Chucky, Tiffany dibunuh oleh Chucky dan terperangkap dalam boneka perempuan yang tak kalah devilnya.



Mereka berusaha mengembalikan jiwa Chucky ke badan aslinya di New Jersey dengan bantuan pasangan anak muda kasmaran, Jesse dan Jade. Dan bersiaplah tertawa selama 89 menit penuh kelucuan dan keseraman ini.