Senin, 18 Januari 2010

Avatar

Cast: Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Michelle Rodriguez, Giovanni Ribisi, Joel David Moore, CCH Pounder, Peter Mensah, Laz Alonso, Wes Studi, Stephen Lang, Matt Gerald
Director: James Cameron
Writer: James Cameron
Produksi: 20th Century Fox
Release Date: December 18, 2009


Avatar adalah sebuah film yang ceritanya telah ditulis oleh James Cameron semenjak tahun 1994. Bagi Cameron, Avatar adalah sebuah penggabungan dari berbagai buku cerita sci-fi yang pernah dibaca oleh dirinya sewaktu kecil. Setelah menyelesaikan Titanic, pada tahun 1996 Cameron mengumumkan akan membuat film Avatar. Proses pembuatan Avatar terus tersendat-sendat sampai akhirnya terputus, karena teknologi yang tersedia saat itu kurang begitu mendukung. Saat film-film yang menampilkan karakter 3D rekaan (Gollum, King Kong dan Davy Jones) semakin banyak dan teknologinya semakin mudah diterapkan. Cameron akhirnya memutuskan untuk melanjutkan impiannya membuat Avatar.

Kritikus paling dihormati di Hollywood Roger Ebert, telah menyamakan Avatar dengan kedahsyatan film-film besar lainnya sepanjang sejarah, ”Titanic”, ”Star Wars”, dan ”The Lord of The Rings”. Menurutnya, ini adalah film istimewa yang kehebohannya akan menyamai film-film diatas, film yang "extraordinary”, ”sensational”, sebuah event besar dunia perfilman, dan orang akan menontonnya berulang-ulang.

Yang paling hebat dari film ini adalah caranya bercerita. Kita akan seperti benar-benar dibawa ke planet lain, jauh diantara bintang-bintang, dan melihat kehidupannya yang sangat asing dan kaya. Kita akan terbawa dalam ceritanya, alamnya yang indah tidak terbayangkan, dan karakter tokohnya yang hidup dan penuh konflik sehingga kita tidak lagi akan merasa seperti menonton film, tapi seperti seakan-akan berada di sana, dan mengalami petualangan yang seru dan menakjubkan di luar angkasa.

Keajaiban Avatar dan Planet Pandora didukung dengan teknologi 3 Dimensinya yang tercanggih dan dibuat khusus untuk film ini. Technology motion capturenya yang disebut “The Volume” 6 kali lebih canggih dari yang pernah digunakan di film manapun.

James Cameron memang dikenal sebagai sutradara yang selalu hanya menggunakan teknologi tercanggih dalam membuat semua filmnya. Teknologi super canggih inilah yang memungkinkannya menghasilkan keajaiban film, movie magic. Gambar-gambar mencengangkan yang belum pernah disaksikan orang sebelumnya.



Bersetting pada tahun 2154 dimana bumi tempat kita tinggal sedang sekarat akibat krisis energi dan memaksa manusia memutar otak untuk mencari sumber energi baru di luar bumi, sampai akhirnya ditemukanlah sebuah planet mirip bumi bernama Pandora yang memiliki kandungan energi baru yang berlimpah dan juga sangat berharga, unobtainium.

Pandora adalah bulan satelit beralam tropis yang mengorbit Planet raksasa Polyphemus, 4.4 tahun cahaya jauhnya dari Planet Bumi. Dunia Pandora sangat menakjubkan, bernuansa tropis seperti hutan Amazon, tapi jauh lebih indah dan aneh, dan semuanya berukuran raksasa. Penghuninya pun juga sangat eksotis, banyak yang ramah, tapi lebih banyak yang mengerikan, lebih berbahaya dari apapun yang ada di Bumi.



Planet Pandora kaya dengan kandungan mineral Unobtainium yang berharga sangat mahal di bumi, karena itulah RDA (manusia) berusaha mengambil sebanyak mungkin Unobtainium yang ada di planet tersebut. Suku Na'vi menganggap para sky people (manusia) adalah musuh mereka, RDA yang pada awalnya menginginkan jalan damai menjalankan proyek Avatar untuk mendekati para Na'vi.

Cerita diawali dengan kedatangan Jake Sully (Sam Worthington) ke planet yang hampir mirip dengan Bumi tersebut. Pandora yang kaya akan sumber daya alam yang tentu saja berharga bagi kepentingan manusia, mengundang “ketamakan” mereka untuk menjadikan planet itu sebagai daerah kolonialisasi. Namun tidak mudah untuk “menjajah” planet yang kaya akan kandungan mineral ini, pihak manusia dengan para peneliti dan militernya harus terlebih dahulu berkonfrontasi dengan penduduk setempat, dikenal dengan nama Na’vi. 

Guna tujuannya untuk berbaur dan beradaptasi di Pandora, maka diciptakanlah Avatar, sebuah program yang mengijinkan manusia untuk bisa mengontrol tubuh yang mirip dengan Na’vi. Dengan tubuh layaknya penduduk asli Pandora, tak hanya bisa bernafas bebas di planet ini, mereka berharap bisa bebas berinteraksi dengan pihak Na’vi untuk tujuan penelitian dan agar nantinya pihak militer bisa leluasa “mengusir” pada Na’vi. Jake yang mantan seorang marinir diberi kesempatan untuk mengikuti program Avatar tersebut. Sebuah program yang tak hanya membuat dia bisa berjalan lagi, tetapi juga memiliki tubuh baru dalam bentuk Na’vi. Jake bisa mendapatkan hak istimewa itu bukan karena kebetulan, tetapi setelah saudaranya tiada, hanya DNA dia yang cocok dengan Avatar yang dipakai oleh saudaranya itu.



Proyek Avatar adalah sebuah proyek untuk membuat Na'vi hibrida yang DNA-nya berasal dari Na'vi dan manusia. Para Na'vi yang pada dasarnya humanoid nantinya akan dikendalikan oleh manusia yang DNA-nya dicampur dengan DNA Na'vi untuk membuat Na'vi hibrida tersebut. Dr. Grace Augustine (Sigourney Weaver) adalah seorang peneliti yang menjalankan proyek Avatar sambil meneliti cara hidup Na'vi. Nantinya manusia berhasil berkomunikasi dengan para Na'vi dan saling bertukar kebudayaan. Melalui proses tersebut para Na'vi belajar bahasa Inggris, sedangkan manusia tetap pada keinginannya semula, Unobtainium.

Jake dengan tubuh avatarnya pun segera diperkenalkan dengan keajaiban Pandora dan keunikan didalamnya. Bersama dengan tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Grace Augustine (Sigourney Weaver), mereka segera dikirim ke hutan Pandora untuk melakukan penelitian. Tatkala Jake sedang terpesona dengan keanekaragaman kehidupan yang ada di planet itu dan terlalu senang dengan tubuh barunya, dia diserang oleh binatang buas dan membuatnya terpisah dari tim.
Ketika pada akhirnya dokter Grace meninggalkan hutan tersebut untuk kembali ke markas, Jake harus berjuang sendiri di tempat yang masih benar-benar asing baginya. Dalam usahanya untuk “survive” di kegelapan malam Pandora, Jake sekali lagi harus berhadapan dengan mahkluk-mahkluk penghuni hutan tersebut. Ketika dia sedang bersusah payah menghadapi binatang-binatang aneh yang berbahaya itu, dirinya tiba-tiba diselamatkan oleh salah satu “native” yang diketahui bernama Neytiri (Zoe SaldaƱa). Keduanya pun beranjak ke “rumah” para Na’vi tinggal, Neytiri memperkenalkan Jake kepada seluruh kaumnya, termasuk Ayahnya sang kepala suku dan ibunya serta “jenderal” Na’vi yang tampaknya tidak menyukai kehadiran Jake.

Jake yang mereka sebut sebagai “dreamwalker” tidak diperlakukan seperti tawanan oleh para Na’vi, justru mereka ingin mengenal lebih jauh tentang Jake dan mengajarkan dia bagaimana menjadi seorang Na’vi sejati. Dengan bimbingan Neytiri, Jake mulai belajar sedikit demi sedikit tentang kebudayaan dan cara mereka hidup. Jake yang mulai bisa berbahasa Na’vi pun berpetualang lebih dalam, lebih jauh menuju tempat-tempat di Pandora yang sungguh diluar imajinasi manusia. 

Selagi Jake mengikat hubungan dengan penduduk asli, dia bisa kembali ke tubuh manusianya hanya dengan tidur dan dalam sekejap dia bangun sebagai manusia kembali. Lambat laun Jake mulai menyadari kalau dia lebih senang bisa hidup sebagai Na’vi ketimbang menjadi manusia. Ikatannya dengan dunia barunya makin erat sejalan dengan makin seringnya Jake berinteraksi dengan Na’vi terutama dengan Neytiri. Pilihannya sekarang adalah, apakah Jake harus terus sembunyi dibalik tugas yang diembannya untuk membangun kepercayaan pihak “musuh” dan mengusir baik-baik Na’vi dari tempat tinggalnya untuk memberi jalan militer untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Atau memilih untuk tetap setia berpihak pada dunia yang mulai dia cintai dan berjuang bersama “keluarga” barunya.


Semua pemain yang bermain dalam film Avatar sangatlah gemilang. Sam Worthington yang menjadi Jake Sully memperlihatkan chemistrynya pada Neytiri yang diisikan suaranya oleh Zoe Saldana. Sedangkan Stephen Lang (Colonel Miles Quaritch) berhasil menunjukkan seperti apa jadinya kalau seorang pria gaek yang memiliki ribuan jam tempur, memiliki prinsip hidup one way ticket (semua misi harus selesai), memipin pertempuran. Dengan cerita yang top dan aktor dan aktris yang prima, kami jadi bingung, siapakah yang beruntung? Cameron yang mendapatkan aktor dan aktris tersebut, atau aktor dan aktris tersebut yang bisa bekerja sama dengan sutradara dan penulis cerita sekaliber James Cameron.

Saking seriusnya menggarap detail, Cameron mengajak Paul Frommer, seorang profesor bahasa dari University of Southern California, untuk membuat bahasa khusus Na’vi. Frommer membutuhkan waktu empat tahun guna menciptakan sistem bahasa tersendiri. Bahasa Na’vi mempunyai 1.000 kosa kata dan struktur yang lengkap pula. Untuk melatih aktor berbahasa Na’vi, pelatih bahasa terkemuka Carla Meyer pun disewa. Kamus bahasa Na’vi juga sudah tersedia di internet sekarang. Lebih dari satu petabyte (1.000 terabyte) penyimpanan digital diperlukan bagi semua komponen yang dihasilkan komputer-produksi film tersebut. Ini setara dengan sekitar 500 kali jumlah yang digunakan untuk menciptaan dan mengkaramkan kapal bersama penumpangnya dalam film Titanic.
Selain itu, film ini juga memberikan pesan moral kepada penontonnya, dimana perasaan cinta dan persahabatan mampu mengalahkan kebencian dan ketamakan manusia. Hal itu digambarkan dengan Jake Sully yang akhirnya jatuh cinta dengan suku Na’vi yang bangsa manusia sebut Avatar. Bahkan perasaan saling mencintai juga tergambar antara hubungan manusia dengan tumbuhan, disini digambarkan bahwa pohon dan hewan memiliki hati yang dapat dimengerti dan dipahami. 

Avatar bisa dibilang adalah sebuah terobosan besar dan fenomenal dalam sejarah perfilman dunia, khususnya film2 yang berbasis animasi CGI sebagai pondasinya, Karena apa yang ditampilkan dalam film ini benar-benar sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, mungkin hampir semua gambar disetiap scene nya bisa dijadikan koleksi desktop wallpaper dalam PC kita . Keindahannya dan kedetilannya tingkat tingginya yang benar-benar menakjubkan, bahkan tidak jarang penonton  dibuat “merinding” dengan visual yang “ajaib” itu. Sepanjang kurang lebih dua jam setengah bersama dengan Jake dan Neytiri, imajinasi kita akan dibawa terbang ke dalam dunia Avatar dengan segala keindahan dan keajaiban yang ditampilkan Pandora beserta koleksi flora dan faunanya yang cantik dan unik didalamnya.


Belum cukup dengan itu semua, kita juga akan diberikan sebuah suguhan dari penampilan aktor dan aktris nya yang sekali lagi ditampilkan nyaris sempurna dalam teknologi Motion Capturenya, khususnya pada karakter-karakter Na’vi yang memiliki gerakan yang sangat luwes nyaris tidak bercela, dan para karakter CGI tersebut juga mampu berbaur dengan mulusnya dengan karakter manusia asli dalam sebuah scene akhir yang super dahsyat nan spektakuler. Dan jangan lupakan nama seorang James Horner yang juga berhasil menjadi nilai plus film ini dengan scoring2 musiknya yang sungguh mengugah emosi penontonnya.

Dunia Pandora sudah tidak diragukan lagi keindahannya. James Cameron sungguh pandai dalam mengembangkan film ini menjadi film yang sangat pantas untuk disebut sebagai film yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun. Mata para penonton dimanjakan dengan berbagai efek yang disuguhkan, terlebih film ini menggunakan teknologi yang amat canggih, pantas merupakan salah satu film dengan budget terbesar sekitar 387 juta Dollar. Sepanjang film, para penonton selalu diberikan penyejuk-penyejuk keindahan dunia Pandora, baik dari segi hewannya, tumbuhannya, Roh kecil 'Eywa', juga para Na'vi dan peralatan perang manusia.

Layaknya hidangan-hidangan restoran yang terus berdatangan, film ini terus menawarkan kita menu-menu terbaiknya. Belum selesai kita “menyantap” adegan penuh kejar-kejaran dan ledakan yang “hillariously” indah, bersiaplah karena film ini masih punya adegan-adegan maha dasyat lainnya yang menunggu di balik keindahan planet bernama Pandora. Avatar pun menutup kisahnya dengan sempurna, 20 menit terakhir film ini adalah klimaks terbaik yang pernah saya alami, tak terlupakan dan melebihi kata spektakuler. Avatar simply become The King of 2009. Have a nice journey into Pandora. Enjoy your trip!!

Untuk membuat Planet Pandora, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Cameron. Kita bisa bilang bahwa Cameron mencoba untuk jadi Tuhan. Bayangkan saja, untuk membuat film tampak sempurna dia harus membuat manusia baru, bahasa baru, hewan baru, tanaman baru hingga alam baru. Tentu saja ini sangat sulit. Makanya di sini Cameron tetap meangadopsi bumi sebagai satu-satunya kehidupan yang sudah kita ketahui.

Makhluk utamanya tetap seperti manusia meski jauh lebih tinggi. Tetap berdiri di atas 2 kaki, punya 2 tangan, 1 kepala, 2 telinga dan susunan tulang (sendi) yang sama dengan manusia.

Mengenai hewan, juga nggak jauh dari yang sudah ada di bumi. Misalnya mengadopsi bentuk kuda, monyet, badak, singa, anjing (srigala), burung serta beberapa serangga. Kuda tetap berfungsi sebagai kendaraan sekaligus alat perang. Selain itu Na’vi juga mengendarai burung besar. Bentuk burung besar ini mengadopsi bentuk burung raksasa di jaman dinosaurus.Nah, dengan mengadopsi makhluk yang sudah ada di bumi, Cameron tinggal merubah sedikit-sedikit. Misalnya semua hewan yang asalnya berkaki 4 dijadikan berkaki 6. Alat bernapas bukan lagi di hidung/kepala namun ditaruh di pangkal leher. Selain kaki, mata juga ada yang ditambah menjadi 4 buah.

Mengenai tumbuhan, Cameron juga berusaha banyak “menciptakan” tumbuhan baru meski tetap mengadopsi tumbuhan bumi. Namun tampak sekali Cameron sangat suka dengan tumbuhan responsif yang diadopsi dari tumbuhan “putri malu”. Selain itu, Cameron lebih suka menciptakan tumbuhan yang bercahaya di malam hari. Makanya di film ini kita akan banyak melihat tumbuhan yang bergerak atau bercahaya ketika disentuh/diinjak.Namun, selain bentuk tumbuh-tumbuhan baru itu, Cameron nggak membuat semua serba baru. Karena tentu saja dia bukan tuhan. Misalnya mengenai bentuk daun, bentuk pohon pada umumnya serta motif dan warna akar yang jelas sama dengan di bumi.


Sedangkan mengenai alam dan lanskap, Cameron berusaha menciptakan perbedaan yang ekstrim di beberapa tempat terutama di bagian gunung. Di situ Cameron menciptakan “bukit terbang” yang lilit akar tumbuhan sehingga mengesankan melayang. Selain lanskap, alam di Pandora hampir sama dengan bumi. Misal percepatan gravitasi dan tekanan udara yang tampaknya dibuat sama supaya nggak terlalu bikin pusing Cameron. Namun meski bertekanan sama, unsur udara di Pandora dibuat berbeda sehingga manusia harus memakai masker khusus untuk bisa bernapas di alam bebas.
Untuk membuat film bersetting tahun 2154 tentu dibutuhkan imajinasi yang sangat tinggi terutama yang menyangkut teknologi. Dan teknologi baru yang ditampilin Cameron antara lain adalah bentuk pesawat, helikopter, peralatan komputer dan robot yang bisa dikendalikan manusia dari dalam.

Untuk imajinasi teknologi ini tentu bukan barang baru bagi Cameron khususnya mengenai robot. Kita tahu Cameron juga sangat imajinatif ketika membuat film Terminator 1 dan Terminator 2 pada akhir dekade 80-an. Saat itu film Terminator 2 juga menjadi film yang menggunakan teknologi terbaru dalam pembuatan film.Yang paling baru dan paling menarik dalam film Avatar bukan terletak pada robot, pesawat atau helikopter tapi lebih kepada monitor komputer. Monitor komputer di film ini hanya berupa lapisan bening seperti kaca. Ada yang datar dan berukuran biasa, juga ada yang berbentuk lengkung dan panjang. Semua monitor tembus pandang dari belakang sehingga bisa dilihat dari belakang (meski tulisan tetap tak terbaca dari belakang). Monitor datar ini juga bisa mengeluarkan gambar 3D yang bisa dilihat dari samping atau belakang.

Selain monitor yang terpasang di meja, ada juga monitor (sekaligus CPU-nya) yang bisa dibawa-bawa dan terkesan ringan. Bentuknya juga cuma seperti kaca bening tapi ringan. Dan sangat menarik ketika ada adegan operator memindah data dari komputer meja ke monitor tersebut hanya dengan menyeret dengan tangannya. Jadi nggak perlu lagi flash-disk lalu copy dan seterusnya. Cukup diseret seperti orang ngelap kaca dan data itu pun sudah ada di monitor yang bisa dibawa-bawa tadi.
Itu belum semua, ada lagi monitor yang berbentuk seperti meja besar. Di meja ini, kita bisa menampilkan hasil pantauan satelit secara 3D di atas meja tersebut. Jadi dengan monitor meja ini, kita seperti melihat Google Earth dalam versi 3 dimensi. Wow, idenya keren sekali.

Semua imajinasi teknologi di atas tentu hanyalah impian. Tapi sangat mungkin suatu saat semua itu akan terwujud, bahkan sebeiwujudkan pada film biasanya memacu para ilmuwan untuk mewujudkannya.
Dan imajinasi paling liar dalam film ini adalah tentang istilah avatar itu sendiri. Avatar adalah teknologi kloning terhadap bangsa Na’vi yang kemudian bisa dikendalikan oleh manusia yang gen-nya ditanamkan. Untuk yang satu ini rasanya bukan teknologi yang baik untuk diciptakan.
Jalan Cerita. Mungkin hanya di faktor ini, kelemahan yang paling fatal dari film Avatar. Bisa dibilang ide cerita film ini nggak jauh beda dengan film Pocahontas hanya saja Avatar merubah orang Indian menjadi bangsa Na’vi di planet Pandora yang dijajah sama manusia modern..Ceritanya sederhana dan klasik. Manusia modern menjajah suatu bangsa primitif dan kemudian ada orang-orang dari rombongan manusia modern tadi yang membelot dan memimpin perlawanan terhadap penjajah. Dan seperti biasa, pembelotan ini didasarkan pada unsur kemanusiaan dengan bumbu percintaan.
Menanggapi jalan cerita yang sederhana ini ada pro dan kontra di kalangan penikmat film. Pendapat pertama mengatakan nggak peduli dengan cerita. Film ini tetap film terbaik sepanjang masa. Bagi kalangan ini, film tergantung siapa yang mengemas. Bagi mereka Cameron sangat canggih dalam memberi kemasan. Bahkan di sebuah blog seorang penikmat film mengatakan bahwa Cameron bisa menyajikan (memasak) tempe sehingga seperti steak.
Pendapat kedua, menempatkan cerita sebagai nilai negatif bagi Avatar meski mengakui kelebihan yang lain. Pendapat ini sama dengan pendapat penulis. Bagi penulis, unsur utama dari sebuah film tetap ada di jalur cerita. Itulah kenapa film seperti Forrest Gump, A Beautiful Mind, No Country for Old Men dan Slumdog Millionaire, yang termasuk sedikit efek visualnya, bisa memenangkan film terbaik di ajang Academy Award. Efek visual tentu sangat penting, tapi itu lebih bertujuan untuk menyempurnakan cerita. Kalau unsur ceritanya belum bagus, efek visual tetap kurang mampu mengangkat kualitas film secara keseluruhan.

Minggu, 13 Desember 2009

2012

Cast: John Cusack, Amanda Peet, Chiwetel Ejiofor, Danny Glover, Thandie Newton, Oliver Platt, Thomas McCarthy, Woody Harrelson, Chin Han, Morgan Lily, Beatrice Rosen
Director: Roland Emmerich
Writers: Roland Emmerich, Harald Kloser
Produksi: New Line Cinema
Release Date: 13 November 2009


Film garapan sutradara Roland Emmerich ini langsung memikat perhatian publik. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir orang-orang ramai memperbincangkan ramalan Bangsa Maya tentang dunia yang akan berakhir di penanggalan kuno mereka, yakni 21 Desember 2012.

Sepintas, film ini tak jauh beda dengan Deep Impact (1998) dan The Day After Tomorrow (2004). Hanya saja, dari segi penggambaran dahsyatnya kehancuran bumi, 2012-lah pemenangnya. Tidak heran, dengan biaya produksi mencapai USD200 juta, kualitas efek visual 2012 jauh lebih baik. Bahkan, menyerupai nyata. Adegan lembah dan gunung meletus hingga membumbungkan cawan asap maha raksasa, hujan batu api, daratan amblas ke dalam perut bumi, tsunami setinggi ribuan meter, hingga robohnya patung Yesus Kristus di Rio de Janeiro, Brazil, digambarkan dengan sempurna.

Cerita bermula dari penelitian ilmuwan di India, Dr Satnam Tsurutani (Jimi Mistry) yang menemukan bahwa inti bumi terus memanas. Satnam mengundang sahabatnya sekaligus ilmuwan Amerika, Dr Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor), untuk datang melihat penelitian tersebut.Adrian terkejut melihat inti bumi yang terus memanas. Peningkatan derajat panasnya pun terus naik dengan cepat. Adrian buru-buru kembali ke Amerika untuk bertemu kepala staf presiden, Carl Anheuser (Oliver Platt). Carl yang semula meremehkan temuan bumi terus memanas itu langsung terkejut dan merespons.

Adegan lalu berlanjut ke pertemuan G8. Di sini, Presiden Amerika Thomas Wilson (Danny Glover), menyampaikan kepada para petinggi dunia bahwa bumi akan dilanda musibah besar terkait inti bumi yang terus memanas.Memasuki 2012, pemerintah semakin sibuk melakukan persiapan penyelamatan manusia dari musibah yang dipercaya sebagai kiamat.

Sementara itu, di lain tempat digambarkan seorang penulis buku Jackson Curtis (John Cusack) datang ke rumah mantan istrinya, Kate Curtis (Amanda Peet), untuk menjemput anak mereka, Noah dan Lily, berkemah.Setibanya di lokasi perkemahan Yellowstone, Jackson ingin menunjukkan danau tempat keluarga ini dulu sering berkemah ketika belum bercerai. Sayang, di depan jalan masuk ke danau terpampang larangan memasuki area. Jackson dan dua anaknya nekat menerobos masuk dan rupanya danau itu lenyap karena proses pemanasan bumi.Di lokasi perkemahan itu, Jackson bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), seorang penyiar radio yang berpenampilan seperti orang gila. Berkat Charlie, Jackson tahu bahwa bumi terancam musnah. Jackson pun diberi bocoran oleh Charlie, ada sebuah peta berisi pesawat yang dapat menyelamatkan manusia dari kehancuran bumi. Ketika pulang dari perkemahan, Jackson kembali bekerja kepada bosnya, Yuri Karpov (Zlatko Buric). Jackson diminta mengantar dua anak kembar Yuri, Alec (Alexandre Haussmann) dan Oleg (Philippe Haussmann) ke bandara. Jackson mulai memercayai omongan Charlie tentang kiamat ketika dia menyaksikan jalan yang dipijaknya di bandara terbelah karena gempa. Jackson lalu menyewa pesawat dan seorang pilot untuk menyelamatkan keluarganya dengan bayaran jam tangan mahal miliknya.


Mulai dari sini, ketegangan dan kengerian gambaran kiamat ditampilkan. Jackson yang ngebut mengemudikan limusinnya menuju rumah Kate di Pasadena, California, nyaris terlambat. Rumah Kate yang dihuni bersama anak mereka dan pacar Kate, Gordon Silberman (Tom McCarthy), nyaris hancur karena gempa. Adegan demi adegan memacu adrenalin dan membuat Anda menahan napas. Jackson mengemudikan mobil berusaha menghindari jalanan yang amblas akibat gempa. Bangunan semua hancur, rontok berkeping-keping. Jalan layang roboh dan amblas ditelan bumi. Jackson, Kate, Noah, Lily, dan Gordon berhasil mencapai bandara. Sayang, pilot yang disewa itu tewas karena gempa. Jadilah Gordon yang baru belajar mengemudikan pesawat kecil, dipaksa menjadi pilot dadakan. Pesawat kecil itu hampir jatuh ke dalam perut bumi karena landasan pacu terbelah. Akhirnya, mereka selamat. Dari dalam pesawat, mereka menyaksikan daratan merangsek masuk ke dalam laut seperti piring makanan yang dicelupkan ke dalam bak air.

Di lain tempat, Dr Adrian dibuat terkejut dengan derajat panas bumi yang terus naik dalam hitungan jam. Kiamat yang diperkirakan masih jauh, ternyata tinggal beberapa hari lagi. Upaya penyelamatan mulai dilakukan pemerintah. Sayang, Presiden Thomas menolak dievakuasi. Thomas memutuskan tidak ikut naik pesawat menuju China, tempat disediakannya 'Bahtera Besi' yang dapat menyelamatkan manusia. Thomas bersama stafnya masih sempat mengunjungi korban gempa yang dirawat di area terbuka. Saat itulah gempa berkekuatan besar kembali mengguncang. Setelah gempa reda, apa yang dilihat Thomas sungguh mengerikan. Di kejauhan ombak laut terlihat bergulung-gulung ribuan meter tingginya. Kapal perang Amerika, John F Kennedy, yang luar biasa besar seolah dimuntahkan dari laut dan jatuh menimpa Thomas dan korban lainnya.


Gambaran betapa dahsyat dan mengerikannya kiamat tak berhenti sampai di situ. Adrian yang berada di pesawat evakuasi menuju China menyaksikan dari layar pemantau bahwa gempa besar hingga 9 Skala Richter lebih menimpa berbagai belahan bumi. Itu disusul dengan terjangan tsunami di mana-mana. Bisa ditebak, bumi mengalami kehancuran total.Bahkan, lempeng Pasifik runtuh. Kutub Selatan pun bergeser ribuan mil jauhnya. Pegunungan Himalaya juga berubah, tak lagi menjadi puncak tertinggi dunia. Posisinya digantikan Cape of Good Hope di Afrika.

Singkat cerita, Adrian dan staf kepresidenan tiba di China untuk naik ke kapal besar yang disebut 'Bahtera Besi'. Warga biasa yang hendak naik pesawat ini sudah memesan kursi dari jauh-jauh hari dengan harga 1 juta euro per orang. Jackson dan keluarganya sebagai tokoh protagonis di film ini berhasil mencapai Bantera Besi di China. Mereka masuk ke pesawat sebagai penumpang gelap dengan dibantu sebuah keluarga China yang baik hati. Kendala terjadi. Proses penyusupan mereka kurang lancar. Gordon tewas karena mendadak pintu gerbang kapal membuka. Ketika hendak tertutup lagi, pintunya macet gara-gara ada kabel yang menghalangi.

Adrenalin penonton kembali dipacu. Kapal tidak akan bisa jalan jika pintu belum menutup sempurna. Sementara kru kapal berupaya mencari penyebab macetnya pintu, China dilanda tsunami maha dahsyat yang menenggelamkan semua yang ada di daratan. Kapal itu terombang-ambing arus dan akan bertabrakan dengan gunung es. Di sini, Jackson beraksi sebagai sang pahlawan. Dengan dibantu anaknya yang masih kecil, Noah, Jackson turun ke bagian bawah kapal yang telah terendam air. Dia akhirnya berhasil memutus kabel yang menghambat pintu kapal. Seperti film-film Amerika lainnya, penonton akan dibuat terharu melihat aksi Jackson dan Noah menyelamatkan kapal. Ketika Noah berhasil meloloskan diri dari pintu tersebut, Jackson tidak ada.

Adegan Kate, Noah, dan Lily menangis meratapi Jackson yang dikira tewas, sungguh mengharukan. Beberapa penonton di sekitar penulis, ada yang sampai meneteskan air mata. Akhirnya, Jackson muncul. Mesin kapal pun berhasil dinyalakan dan kapal melaju. Setelah dirasa aman, pintu geladak kapal dibuka. Terlihat pemandangan hanya air di mana-mana. Tidak ada gedung, tidak ada rumah, tidak ada makhluk hidup selain mereka yang di kapal. Akhir cerita seperti ini memungkinkan film 2012 untuk dibuat sekuel. Sang sutradara Roland memang punya rencana membuat sekuel film ini dalam bentuk serial televisi berjudul 2013. Roland akan menuangkan apa dan bagaimana kehidupan manusia yang selamat di bumi setelah kiamat 2012.

Komentar pertama saat menyaksikan dunia hancur di film ini? Menakjubkan! 2012 menyajikan kehancuran bumi terdahsyat sepanjang sejarah perfilman Hollywood yang pernah mengangkat tema serupa. Walaupun memiliki beberapa kemiripan dengan The Day After Tomorrow (2004), Emmerich berhasil mengemas peristiwa, proses, dan sebab-akibat dengan sangat baik. Melalui film ini, kita seakan diajak untuk “menerawang” ke 3 tahun ke depan, jika bumi memang akan menghadapi saat-saat terakhirnya—seperti yang diramalkan bangsa Maya. Visualisasi film ini memang patut diacungi jempol. Gempa, retakan tanah, volcano, tsunami, semuanya dibuat se-realistis mungkin, membuat kita sedikit bergidik ngeri. Bahkan, menurut kabar, banyak remaja Amerika yang berusaha bunuh diri setelah melihat teaser 2012. Mereka menganggap teaser itu sebagai sebuah kenyataan yang pasti akan terjadi beberapa tahun mendatang. Para remaja tersebut merasakan kengerian yang berlebihan—ketidaksanggupan menghadapi kehancuran dengan cara semenyeramkan itu. Jadi, keberhasilan visual effect dari film ini membawa pengaruh positif atau negatif? Anda yang bisa menentukan.

Pertanyaan sekarang apakah benar dunia tempat kita bernaung ini dalam bahaya? Dan apakah benar kiamat akan terjadi tahun 2012 nanti? ataukah ini cuma sebuah film fiksi dan tidak berarti apa-apa bagi kelangsungan kehidupan di bumi ini?

Ada banyak teori tentang hari kiamat yang beredar di seantero jagad ini, tapi yang paling banyak menjadi sorotan adalah tabrakan antara Planet Bumi dengan sebuah Planet bernama NIBIRU yang akan terjadi tahun 2012 nanti dan akibat dari tabrakan tersebut adalah kehancuran dunia dan kemusnahan kehidupan di bumi tercinta ini. Keberadaan dan mitos tentang planet Nibiru ini konon telah ada sejak zaman Sumeria dulu (lebih dari 2500 tahun yang lalu). Tahun 1980, hadir sebuah katalog tentang 350.000 object di “langit”  dan kebanyakan objek tersebut adalah benda asing. Dan banyak orang yakin bahwa salah satu dari benda asing itu adalah NIBIRU yang siap menghantam bumi, jadilah “mitos” tentang NIBIRU semakin kuat. Padahal seperti diketahui planet NIBIRU memerlukan waktu 3600 tahun untuk sekali mengelilingi matahari (bandingkan dengan bumi yang hanya memerlukan waktu 1 tahun),  jadi sangat sulit sekali untuk diselidiki tentang keberadaan planet yang satu ini.


Kenapa Tahun 2012?
Kalender kuno bangsa Maya akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012, dan banyak orang yang percaya bahwa pada tanggal ini bumi akan berakhir seiring dengan berakhirnya kalender tersebut.  Lalu benarkah mitos ini? Ini hanya mitos, kalender bangsa Maya sama juga seperti kalender modern yang ada saat ini, dan kalender tersebut bukanlah prediktor tentang hari kiamat. Berakhirnya tanggal di kalender kuno ini bukanlah berarti akan berakhir pula kehidupan di bumi ini.  Seperti juga siklus kalender modern yang akan memulai hari baru pada tanggal 1 Januari, maka kalender bangsa maya ini juga akan memulai hari “baru” pada tanggal 22 Desember. So, masih mungkinkah kiamat terjadi 2012?



Adakah Teori lain tentang 2012?
Planetary Aligment: beberapa teori mengatakan bahwa kesejajaran planet yang terjadi 2012 nanti akan membawa reaksi berantai yang akan mengubah cuaca dan kejadian-kejadian di bumi. Namun sekali lagi teori ini pun begitu mudah disanggah karena tak ada alasan ilmiah  bahwa Planetary Aligment  akan membawa dampak cukup besar ke bumi. Teori lain mengemukan ten tang Aligment dengan Pusat Galaksi Miky Way, namun tetap  saja tidak ada yang perlu ditakutkan dengan teori ini.

Solar Magnetic Shift. Memang dalam beberapa tahun ke depan akan adalah perubahan (flip) atau pergeseran posisi kutub magnetik matahari, namun ini adalah siklus biasa yang yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang diakibatkan  sedang maksimumnya aktivitas dari sang matahari ini. Dan Matahari dalam keadaan maksimum ini (bintik,  hotspot, panas sedang besar-besarnya) diprediksi bakal terjadi pada tahun 2012 nanti dan akan mengakibatkan badai matahati terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah. Solar Storm atau Badai matahari  ini memang akan mengganggu sistem komunikasi dan efek-efek lainnya, namun itu bukan berarti bahwa badai matahari ini akan serta menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Sebuah Asteroid akan Menabrak Bumi. Yups…. Inilah yang sering banyak diekspos di film-film bahwa akan ada sebuah asteroid atau comet besar yang bakal menabrak bumi dan menimbulkan kehancuran. Tak bisa disangkal dan memang benar bahwa setiap hari ada meteorit yang jatuh ke bumi (dan menimbulkan kerusakan dalam sekala kecil). Kabar baiknya jika memang ada sebuah benda besar (asteroid) yang bakal menghantam bumi, maka asteroid besar tersebut akan sangat mudah untuk dilihat dan tentunya NASA yang selalu memonitor pergerakan benda-benda di angkasa sana, akan memasukkan asteroid tersebut ke dalam katalognya, dan tentunya memprediksi kapan terjadinya tabrakan, so.. dari jauh-jauh hari kita bakal tahu dan mempersiapkan diri untuk mencegah atau menghindari dampak terburuk dari tabrakan tersebut.  Dan sampai saat ini, belum tercatat ada sebuah asteroid super besar yang bakal menghantam bumi, tidak di tahun ini ataupun di tahun 2012 nanti.

Ramalan Kiamat Tahun 2012
Fenomena badai matahari dikaitkan dengan ramalan-ramalan tentang kiamat yang terjadi di tahun 2012, salah satu ramalan yang terkenal yaitu ramalan Suku Maya “”the return of Quetzacoatl”, yang menggambarkan bahwa akan terjadi kerusakan hebat di muka bumi akibat penyelerasan galaksi, dimana bumi, matahari, dan pusat bimasakti berada dalam posisi segaris. Hari itu tepatnya terjadi pada tanggal 21 Desember 2012, dalam siklus 3600 tahunan yang merupakan akhir dari perjalanan tersebut.



Terburuk dari Mimpi Buruk Sekalipun
Bahkan di salah satu artikel di internet membahas dampak yang mengerikan dari “kejadian yang sangat-sangat buruk bahkan dari mimpi buruk sekalipun”, yaitu gangguan yang berasal dari badai matahari ini begitu dahsyat, dan dapat merubah gerakan poros kutub-kutub magnet bumi, sehingga bumi berotasi ke arah sebaliknya, bahkan mungkin bumi akan berhenti berotasi (prinsip dinamo listrik). Hal ini dapat mengakibatkan gangguan hebat dan perubahan yang luar biasa pada iklim dan cuaca di muka bumi, bahkan terjadi radiasi hebat akibat paparan radioaktif matahari yang sampai ke permukaan bumi. Dan mereka menyebutkannya sebagai fakta, karena beberapa bukti menguatkan bahwa beberapa planet lain telah mengalami perubahan rotasi.

Perubahan Rotasi Bumi
Bahkan perubahan rotasi bumi ini kemudian dikaitkan kembali dengan prediksi mengenai “tanda-tanda kiamat” yang diyakini oleh beberapa agama dan kepercayaan, dimana perubahan rotasi ini mengakibatkan matahari menjadi terbit di barat dan terbenam di timur. Fenomena ini kemudian menjadi bertambah “heboh” oleh ramalan-ramalan para peramal “kondang” ibukota yang kemudian disiarkan oleh beberapa stasiun TV, yang meramalkan bahwa pada tahun 2012 jumlah populasi umat manusia di dunia akan berkurang menjadi 30%-40% dari jumlah populasi pada saat sekarang. Bahkan diantara mereka meng-klaim tidak dapat meramalkan apa yang akan terjadi di tahun 2013, mungkin pada saat itu bumi dan seisinya telah punah, bahkan si peramal juga ikut mati akibat bencana besar tersebut.
Kepunahan umat manusia akan terjadi di depan mata. Bukan hanya agama dan kepercayaan, namun sains dan teknologi telah menguatkan prediksi tersebut, tapi apakah kejadian tersebut akan terjadi pada tahun 2012 ?

Sebenarnya apakah badai matahari itu ?

Badai matahari atau solar storm dapat menimbulkan ledakan energi yang cukup dahsyat ke arah bumi. Ledakan inilah yang kemudian akan mengganggu jalannya sistem sinyal elektronik yang sensitif, khususnya ponsel dan GPS. Para ahli menyatakan bahwa aktivitas semburan badai matahari (solar storm) ini terus meningkat setiap periodenya dan puncaknya akan terjadi pada tahun 2011 atau 2012.
Solar storm adalah fenomena alam yang terjadi pada matahari ketika terlemparnya proton dan elektron akibat aktifitas magnetik matahari yang biasanya terjadi 11 tahun sekali. Akibat aktifitas magnetik tersebut, gelombang magnetik yang mengarah ke bumi menghalangi sinyal-sinyal komunikasi. Oleh karena itu seluruh alat komunikasi yang menggunakan sinyal elektromagnetik tidak bisa berfungsi dengan baik.

Bahkan Fenomena ini juga sangat berpengaruh pada pembangkit listrik jika terus dinyalakan pada saat badai berlangsung karena medan magnet bumi yang tidak stabil. Jika pembangkit listrik tersebut rusak maka dibutuhkan waktu sekira 2 tahun untuk membangunnya kembali. Hal ini memaksa masyarakat untuk kembali hidup tanpa listrik hingga pembangkit listrik baru selesai dibangun. Menurut wikipedia, hal ini pernah terjadi di Quebec pada 13 maret 1989 dimana 6 juta orang hidup tanpa listrik selama 9 jam. Padahal puncak ledakan solar storm jika mengenai bumi bisa mencapai lebih dari 2 hari.
“Solar storm ini akan mempengaruhi beberapa menara di beberapa wilayah. Dan menara telekomunikasi merupakan sasaran empuk dari aktivitas solar storm ini,” ujar Dale Gary, ilmuwan yang juga petinggi di Institut New Jersey bagian Fisika, seperti dikutip melalui ABC News, Senin (14/1/2007).
Menurut penelitiannya, solar storm berpotensi mengganggu 7 persen sambungan telekomunikasi. Bahkan solar storm dengan energi yang lebih kuat dapat menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Apalagi terhadap perangkat GPS. Kabarnya solar storm juga berpotensi merusak sinyal satelit yang biasa digunakan untuk membantu pencarian lokasi karena GPS receiver tidak akan mampu mencari sinyal satelit yang terhalang oleh radiasi solar storm. Efek solar storm ini dikabarkan akan berlangsung hingga berhari-hari.

Penelitian Mengenai Badai Matahari

Peristiwa badai matahari ini pernah terjadi pada bulan Oktober dan November 2003. Badai ini telah menyebabkan berbagai gangguan di lingkungan bumi, termasuk penampakan aurora yang sangat menakjubkan di kutub, kenaikan intensitas sabuk radiasi yang menyelimuti Bumi, dan bahkan mengganggu kinerja satelit.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh tim National Center for Atmospheric Research (NCAR) yang dipublikasikan dalam situs NASA dengan judul “Solar Storm Warning”, diketemukan bahwa siklus ini akan terjadi 30%-50% lebih kuat dari sebelumnya, dan siklus ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2012. Bahkan menurut David Hathaway seorang pakar Solar physicist dari National Space Science & Technology Center (NSSTC) mengatakan kemungkinan siklus ini puncaknya terjadi lebih cepat sekitar tahun 2010-2011.

Skenario Yang Terjadi di Tahun 2012

Beberapa dampak atau skenario “yang mungkin masuk akal” yang mungkin terjadi di bumi akibat badai matahari ini, diantaranya :
- Penampakan aurora di utara atau selatan bumi.
- Gangguan pada sistem telekomunikasi baik komunikasi satelit, radio, TV, telepon, seluler, dan perangkat komunikasi lainnya
- Gangguan pada sistem pemandu navigasi (GPS) yang menghambat perjalanan menggunakan transportasi udara dan laut.
- Gangguan pada sistem perbankan dan saham dunia (ATM, Transaksi On-line, dll.)
- Hambatan pada perjalanan dan penerbangan misi-misi antariksa
- Pemadaman listrik atau gangguan yang terjadi pada pembangkit tenaga listrik yang terjadi dalam hitungan jam, hari bahkan bulan.
Beberapa dampak atau skenario “yang masih menjadi misteri” yang menurut ramalan akan terjadi di bumi akibat badai matahari ini, diantaranya :
- Perubahan poros kutub-kutub magnet bumi, yang mengakibatkan bumi berotasi ke arah sebaliknya. Bahkan mungkin bumi akan berhenti berotasi.
- Terjadi bencana-bencana alam “super dashyat”, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, akibat perubahan yang luar biasa iklim dan cuaca di bumi.
- Tertariknya benda-benda langit ke dalam gravitasi bumi yang akan menciptakan kerusakan hebat di permukaan bumi.
- Dimulainya kembali jaman es, yang pernah terjadi 12000-13000 tahun silam yang menyebabkan kepunahan manusia purba dan dinosaurus.
- Berkurangnya populasi umat manusia di dunia menjadi 30-40% dari populasi pada saat sekarang.
- Paparan radioaktif matahari yang langsung kena ke permukaan bumi, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan kematian bagi makhluk hidup.
- Awal terjadinya “tanda-tanda kiamat” yang diyakini oleh banyak agama dan kepercayaan.
- Kepunahan Umat Manusia dan Terjadinya Kiamat. Mungkin tahun 2013 hanya akan menjadi kenangan yang tertulis, tanpa pernah kita melewatinya.

Jumat, 21 Desember 2007

Enchanted


Cast: Amy Adams, Patrick Dempsey, James Marsden, Timothy Spall, Idina Menzel, Rachel Covey, Susan Sarandon
Director: Kevin Lima
Produksi: Walt Disney Pictyures
Release Date: 21 November 2007


Film ini menceritakan tentang negeri bernama Andalusia di mana mantera-mantera sihir adalah hiburan yang menyenangkan dan alunan musik yang empuk adalah pengiring bagi keseharian penduduknya. Di sana tinggal Putri Giselle (Amy Adams) yang cantik. Seperti di kisah dongeng, Pangeran Edward (James Marsden) dan Putri Giselle saling jatuh cinta dan hendak melangsungkan pernikahan. 

Namun kisah indah nan romantis sang putri dengan pangeran mendadak berubah, tatkala sang ibu tiri, Queen Narissa (Susan Sarandon) merapal mantra sihir yang mengirim Putri Giselle ke sebuah dunia nyata, sebuah kota besar dengan peradaban yang amat asing: New York, Amerika Serikat, yang modern. Putri Giselle terdampar di negeri asing lengkap dengan gaun putih mengembang ala putri raja. Kalau dalam cerita Cinderella, selalu dikerumuni makhluk-makhluk hutan menggemaskan dan sedangkan Snow White ditemani tujuh kurcaci yang riang nan setia, Putri Giselle tidaklah begitu. Sebagai pengganti tujuh kurcaci maupun makhluk-makhluk hutan yang menggemaskan, dihadirkan burung merpati, tikus dan kecoa.

Giselle dalam kebingungan dan terdampar di sebuah kota yang tidak ia kenali, hingga akhirnya seorang pengacara perceraian Robert (Patrick Dempsey) dan putrinya Morgan (Rachel Covey) menemukannya dan membawanya ke apartemen mereka. Esok harinya, Robert dan Morgan dibuat bingung oleh tingkah polah Giselle yang aneh. Robert adalah orang yang mengalami kepahitan hidup sehingga sangat realistis dan tidak percaya pada dongeng. Ia bahkan tidak pernah menceritakan kisah-kisah dongeng menjelang tidur pada anaknya.

Hubungan Robert dan Giselle saling melengkapi. Giselle membantu Robert untuk memandang hidup lebih optimis dan berlaku lebih romantis pada tunangannya Nancy (Idina Menzel). Sementara Robert mengenalkan Giselle pada dunia percintaan yang modern.


Sementara itu, Pangeran Edward dan seekor chipmunk bernama Pip yang masih berada di dunia dongeng pun menyusul Giselle untuk menjemputnya dari kehidupan nyata. Sayangnya, saat bertemu dengan Edward, Giselle tidak lagi punya chemistry pada pangeran pujaan hatinya. Giselle telah jatuh cinta pada Robert.

Mengetahui Edward menyusul Giselle, Ratu Narissa pun tak tinggal diam. Ia menyusul dengan dikawal oleh sekumpulan pasukan naga. Tak ayal, dunia animasi dan dunia nyata pun bertemu. Pada titik ini Gisselle harus memilih antara Edward dan Robert, antara negeri dongeng dan negeri animasi.



Enchanted berhasil memadukan animasi gaya lama yang divisualisasikan dengan kondisi zaman sekarang. Film berdurasi 90 menit ini juga menggabungkan unsur film animasi tradisional dua dimensi, realita nyata dan komputer grafik. Penggabungan gambar animasi dengan sosok pemerannya terlihat sempurna dan menghasilkan sebiah plesetan dongeng yang menghibur.Enchanted memang bukan film pertama Hollywood yang memadukan animasi dan film nyata. Tapi didukung oleh berbagai efek CGI yang bertaburan di sepanjang film dan alunan musik indah karya tangan dingin Alan Menken (Pocahontas, The Little Mermaid, Beauty and the Beast), membuat film ini terasa menyenangkan baik dilihat maupun didengar.

Apalagi film ini juga menggabungkan berbagai dongeng pengantar tidur seperti Cinderella, Snow White, Rapunzel, dan Sleeping Beauty (Putri Tidur). Namun ada beberapa 'plesetan' dari dongeng-dongeng tersebut, seperti ciuman pangeran yang ternyata bukanlah berasal pangeran impian, juga sepatu kaca yang tidak dicoba pada 'Cinderella'. Demikian juga dongeng Rapunzel yang seharusnya pangeran menyelamatkan putri, tapi kali ini dengan gagah beraninya sang putri memanjat gedung, menghunus pedang demi mengalahkan Queen Narisha yang jahat sekaligus menangkap tangan sang pujaan hati agar tak jatuh terhempas

Meski isi cerita dalam film Enchanted ini bukanlah cerita baru, tapi kemasan dan tangan dingin sang sutradara Kevin Lima, mampu mengungkapkan secara nyata ide dari si penulis film, Bill Kelly. Penggabungan antara animasi dan musikalisasi pun tercipta, hasilnya film pun menjadi sangat menarik dan menakjubkan. Karena penggabungan gambar animasi dengan sosok aktor dan aktris pemerannya begitu sempurna.

Bill Kelly mungkin mengambil ide cerita ini dari kisah Snow White dan Cinderella. Karena ini bisa dilihat dari kostum yang dikenakan oleh para pemain dalam fim ini. Tapi meski mengadopsi cerita Snow White dan Cinderella, cerita yang ditulis oleh Bill Kelly sudah mengalami perubahan di sana sini. Sehingga yang tertuang dalam alur cerita film adalah inspirasi dan ide-ide segar yang di aktualkan dalam film. Kesan klasik dan modern pun tercermin pada masing-masing tokoh yang muncul, sehingga memperkuat karakter mereka dalam film ini.

Kevin Lima sebagai sutradara berusaha mengungkapkan mitos cinta pada pandangan pertama tidak selamanya benar, tetapi bagaimana mencari cinta sejati yang sebenarnya. Film ini dikemas dengan gaya komedi romantis sehingga penonton tidak monoton saat menontonnya. Eksistensi Lima di dunia perfilman tidak diragukan lagi. Ia pernah menyutradarai Tarzan dan 101 Dalmatians, serta merancang karakter-karakter dalam The Little Mermaid dan Aladdin.


Disney berharap Enchanted bisa menjadi franchise sukses dengan beberapa sekuel, seperti yang terjadi pada Pirates of Carribean. Tim produksi mengaku sangat antusias dalam bekerja karena ide memplesetkan dongeng ini pernah dipopulerkan perusahaan itu sendiri. Menurut Lima, para pejabat Disney mengetahui bahwa satu-satunya cara penggarapan film ini adalah mengeluarkan ideologi lama mereka sehingga mereka bisa melihat siapa diri mereka di masa lalu dan mampu tertawa.

Minggu, 29 Juli 2007

Evening

Cast: Claire Danes, Toni Collette, Vanessa Redgrave, Patrick Wilson, Hugh Dancy, Natasha Richardson, Mamie Gummer, Eileen Atkins, Meryl Streep, Glenn Close
Director: Lajos Koltai
Produksi: Focus Features
Release Date: 29 Juni  2007


Film yang diangkat dari novel yang berjudul sama karangan Susan Minot ini bercerita tentang sebuah kenangan masa lalu dan intrik percintaan anak muda. 


Di hari-hari terakhirnya, yang ada di benak Ann Grant Lord (Vanessa Redgrave) adalah saat-saat yang ia lalui ketika berada di Newport lima puluh tahun silam. Nama Harris (Patrick Wilson) selalu disebut-sebut meski kedua putrinya, Nina (Toni Collette) dan Constance (Natasha Richardson), tak pernah tahu siapa Harris sebenarnya.


Dalam keadaannya yang sakit itu ia selalu berhalusinasi dengan menceritakan kisah percintaannya dimasa muda. Dalam cerita yang bersetting 60-an kala Ann masih muda, ia bersahabat dengan Lila Wittenborn. Menjelang pernikahannya, Lila mengundang Ann untuk menjadi pendampingnya. Ann pun datang bersama Buddy Wittenborn yang merupakan kakak Lina. Lalu Ann dikenali dengan calon suami Lila, Harris Arden. Namun setelah pertemuan itu, diam-diam Harris menyukai Ann.


Di malam pernikahannya Harris memadu kasih dengan Ann didalam sebuah rumah yang berada didalam hutan yang merupakan tempat rahasia Harris. Disaat yang bersamaan Buddy yang sebelumnya ditolak cintanya oleh Ann mengikuti mereka berdua dengan keadaan mabuk. Justru tragisnya pada saat itu Buddy ditabrak oleh sebuah mobil yang kabur melarikan diri. Saat Ann sangat menyesal ketika mengetahui keadaan Buddy yaang sudah tewas. Diiringi dengan penyesalannya yang mendalam ia lalu pergi menghilang untuk melupakan Harris.

Drama menyentuh garapan sutradara Lajos Koltai (yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pengarah kamera untuk film-film seperti Malena dan Being Julia) ini menampilkan sederetan bintang ternama dari dua generasi. Dari generasi tua terdapat nama-nama, Vanessa Redgrave dan Meryl Streep  yang berperan sebagai Ann dan Lila, ditambah Glenn Close yang berperan sebagai ibunda Lila dan Buddy. Sementara dari generasi muda terdapat nama-nama Claire Danes dan Mamie Gummer yang berperan sebagai Ann dan Lila muda. Patut dicatat, baru di film ini Mamie bermain bersama dengan ibunya, Meryl Streep, kendati tidak ada satu adegan yang mempertemukan mereka dalam satu frame. Adapula Patrick Wilson dan Hugh Dancy  yang berperan sebagai Harris Arden dan Buddy. Ditambah penampilan dari Toni Collette  dan Natasha Richardson sebagai Nina dan Constance, puteri Ann, serta Eileen Atkins sebagai si perawat malam.


Memang awalnya agak sedikit membingungkan karena flash back dan munculnya karakter baru yang sebelumnya tidak ada tapi itu tak terlalu mempengaruhi keutuhan film ini. Film ini dibuat berdasarkan adaptasi dari novel bestseller karya Susan Minot. Namun, Lajos sang Sutradara cukup jeli mengalkulasikan segalanya, mulai dari sinematografi, editing sampai pada penataan musik sehingga film ini terasa lebih sebagai sebuah novel yang divisualisasikan lewat film.

Jumat, 27 Juli 2007

Live Free or Die Hard

Cast: Bruce Willis, Justin Long, Maggie Q, Timothy Olyphant, Mary Elizabeth Winstead
Director: Len Wiseman
Writers: Mark Bomback based on Novel "A Farewell to Arms" by John Carlin
Produksi: 20th Century Fox
Release Date: 27 Juni 2007


Ketika Die Hard pertama kali dibuat tahun 1988, mungkin Bruce Willis tidak menyangka kalau sosok polisi John McClane yang ia perankan, mendapat respon dari banyak khalayak. Semua sequel film ini selalu saja box office, tidak hanya di Amerika Utara tapi juga diseluruh dunia. Pasca kemunculan Die Hard 3 : With A Vengeance di tahun 1995, Banyak publik menyangka kalau inilah sequel terakhir dari aksi polisi “gila” John McClane.Tapi rasanya sayang bagi Twentieth Century Fox kalau harus menawatkan serial terlaris Die Hard. Dan 12 tahun kemudian atau di pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan ulang tahun Amerika di awal bulan Juli, Fox akhirnya merelease Die Hard ke 4.

Isu mengenai akan dibuatnya sequel ketiga Die Hard sudah santer terdengar di tahun 2000. Namun, akibat berbagai kendala, sequel tersebut baru terwujud di tahun 2007 ini. John McClane tentu saja tetap diperankan oleh Bruce Willis yang kali ini didampingi oleh Justin Long (Herbie Fully Loaded) yang memerankan Matt Farrell. Si gembong teroris Thomas Gabriel diperankan oleh Timothy Olyphant (Catch & Release), sang femme fatale, Mai, oleh Maggie Q (M:I-iii), sedangkan puteri McClane, Lucy, diperankan oleh si cantik Mary Elizabeth Winstead (Final Destination 3). Didukung pula oleh Cliff Curtis (Collateral Damage) sebagai petinggi FBI, Bowden, serta sineas Kevin Smith (Catch & Release) sebagai Warlock, sang master hacker.

Penyutradaraan kali ini dipercayakan kepada Len Wiseman, sutradara muda yang terangkat namanya lewat dwilogi Underworld. Wiseman pun menampilkan adegan-adegan spektakuler seperti saat McClane mengebutkan truk trailer yang dihujani misil dari pesawat F-35 dan menghancurkan sebuah jembatan layang. Atau, ketika McClane mengebutkan mobil polisi demi merontokkan sebuah helikopter. Dan memang seperti diketahui bahwa Willis sendiri yang memilih Len Wiseman sebagai sutradara dalam Die Hard ini karena kekaguman Willis dalam film Underworld Evolution yg disutradarai oleh Wiseman. Bahkan Willlis sempat mengatakan kalau Die Hard ini akan rusak kalau ditangani oleh Michael Bay

Inti cerita masih sama dengan film Die Hard sebelumnya, dimana John McLane (Bruce Willis) terjebak dalam situasi dimana seharunya dirinya tidak berada. Setelah mengabdi pada negaranya selama 30 tahun, mungkin bagi McClane inilah saat dia harus pensiun. Namun, keterpurukan karir dan kehidupannya membuat dia tetap pada pekerjaannya sebagai detektif kelas rendahan di New York. Dia menjadi sangat jauh dengan anaknya setelah dia bercerai dengan istrinya. Suatu saat, McClane diutus untuk menangkap hacker hitam musuh FBI yang memporak porandakan sistem IT negara.


McClane mau saja, karena ini pasti tugas berat dan hanya dia yang mampu mengatasinya. Matt Farell adalah hacker malang itu. Dia dituding merencanakan sebuah aksi luar biasa yang melumpuhkan kekuatan IT negara yang berhubungan dengan keamanan politik serta perekonomian Amerika, karena di era teknologi ini, semua hal berbasis komputer dan IT.

Adalah Thomas Gabriel (Timothy Oliphant) dan komplotannya yang melakukan sabotase dengan menjebol sistem komputer keamanan Amerika tersebut. Perbuatan Thomas Gabriel membuat pihak pemerintah Amerika kelimpungan. Bagaimana tidak, Gabriel berhasil menyusup menjebol sistem komputer mulai dari pengaturan sistem lalu lintas, pendistribusian listrik dan air, bahkan yang paling parah sistem komputer yang mengatur jadwal penerbangan serta sistem komputerisasi di badan-badan pemerintahan Amerika berhasil dilumpuhkan oleh gerombolan Thomas Gabriel.

John Mclane yang seharusnya hanya bertugas mengantarkan Matt Farrell menuju gedung FBI menjadi panjang urusannya ketika secara tak sengaja harus berurusan dengan gerombolan Thomas Gabriel. Bahkan John Mclane yang telah memiliki putri remaja, Lucy Mclane (Mary Elizabeth Winstead) ikut terlibat dalam situasi yang sangat pelik tersebut.


Live Free or Die Hard dapat dijamin memberikan aksi laga yang benar-benar memukau kepada penonton. Mulai dari adegan bagaimana mobil menabrak helikopter sampai adegan antara pesawat Jet tempur harus melawan sebuah truk kontainer. Semuanya itu dihadirkan oleh sutradara Len Wiseman untuk mempertahankan citra film Die Hard yang sarat dengan adegan laga.



Mereka yang terlibat dalam film ini pun bermain secara luar biasa untuk menghidupkan film ini. Timothy Olyphant mungkin tidak bisa menyamai karisma dari Alan Rickman sebagai Hans Gruber maupun karakter Simon di Die Hard 1 dan 3, tetapi ia tetap tampil meyakinkan dengan pesonanya sendiri. Tokoh penjahat disini tidak ditampilkan dengan dandan dan karakter yang bengis dan brutal. Justru sebaliknya, perlente, smart, dan ganteng. Karakter ini pula yang berhasil dan dengan mudah dibangun alasanya mengapa dia menjadi jahat, lagi-lagi cara ini halus dan berhasil. Justin Long pada awalnya ditampilkan sebagai beban dalam cerita - tetapi seiring bergeraknya cerita, ia juga memiliki kekhasannya sendiri dan mampu bekerja sama dengan baik dengan Bruce Willis di film ini. Pada akhirnya, dua gadis cantik yang masuk dalam film ini: Maggie Q dan Mary Elizabeth Winstead juga tidak sekedar dijadikan tempelan pemuas nafsu para pria tapi membawa kontribusi maksimal mereka dalam cerita. Saya harap sih peran Winstead di Die Hard berikutnya lebih diperbesar. Karakter Lucy McLane dalam film ini dapat dikatakan cukup bagus. Kehadiran anak John Mclane dapat dikatakan menamah seru bumbu dalam film, terlebih digambarkan karakter Lucy yang mempunyai nyali mirip seperti John Mclane walaupun perempuan.

Dari segi cerita, harusnya film ini lebih baik dari 3 film sebelumnya (Die Hard, Die Hard 2: Die Harder, Die Hard: With A Vengeance) karena diceritakan bahwa John McClane disini sebagai orang yang gaptek (gagap teknologi) dan tidak mengerti apapun mengenai komputer. Hal ini secara cerdas ditunjukkan melalui beberapa adegan seperti adegan di rumah Warlock, kawan dari Farrel. Bagaimana seorang hacker dengan tegas menyatakan tidak percaya terhadap berita karena menurutnya berita adalah rekayasa korporasi media saja. Lalu bagaimana parodi John McClaine atas sebuah fenomena "tradisional VS modern" . Hal inilah yang membuat unik film ini karena beberapa adegan yang menunjukkan kegagapan McClane menjadi sebuah adegan komedi yang mampu memancing tawa penonton.  Semua banyak sekali ditemukan dibeberapa adegan yang dijelaskan dengan halus namun mengena. Namun, Bruce Willis membuktikan bahwa dia masih bisa menjadi jagoan negara di usia uzurnya, dan aksi-aksi berbahaya yang luar biasa.

Senin, 09 April 2007

300

Cast: Gerard Butler, Lena Headey, David Wenham, Vincent Regan, Rodrigo Santoro
Director: Zack Snyder
Writers : Frank Miller
Produksi: Warner Bros
Release Date: 9 Maret 2007


Berlatar 400 tahun sebelum masehi di mana ketika itu terdapat kerajaan kota Sparta. Di Sparta setiap anak lelaki dilahirkan untuk menjadi prajurit. Sejak lahir bayi-bayi laki-laki diperiksa apakah sehat dan normal atau tidak. Jika tidak normal maka akan disingkirkan. Karena hanya bayi laki-laki normal yang akan dibesarkan dan dilatih menjadi prajurit yang siap bertarung. Setelah anak-anak laki-laki itu berumur 7 tahun, mereka dikirim untuk bertempur dan “belajar” membiasakan diri berjuang mempertahankan dirinya. Tidak boleh ada tangis, keluhan yang pantas diucap atau bahkan diperlihatkan bagi semua kaum Sparta, termasuk dari kaum wanita.

Leonidas raja dari Sparta ini pun dulunya pernah mengalami “pendidikan” tersebut. Sewaktu ia berumur 7 tahun ia pun harus dibawa meninggalkan kampung halamannya kemudian ditinggalkan begitu saja di hutan bebas untuk belajar “survive” dari berbagai tantangan tanpa adanya bantuan sama sekali dari keluarganya. Jika kemudian ia berhasil bertahan hidup dan berhasil juga untuk pulang merupakan suatu kebanggaan dan layak menjadi prajurit Sparta yang sesungguhnya. Namun, jika tidak berhasil, berarti memang ia tidak layak menjadi prajurit Sparta.

Suatu ketika muncul utusan dari pasukan Persia yang datang dan menyampaikan pesan dari Raja Xerxes. Dalam adegan itu terdapat dialog yang menarik. Leonidas bertanya “Before you speak, Persian, know that in Sparta, everyone, even a king’s messenger, is responsible for the words of his voice. Now…what message do you bring?”. Utusan persia tersebut menjawab “Earth and water”.Terkejut dengan jawaban utusan Persia tersebut Leonidas menyela “You rode all the way from Persia for earth and water?” Kemudian Ratu Gorgo berkomentar “Do not be coy or stupid, Persian. You can afford neither in Sparta”.Karena tersinggung oleh ucapan Ratu Gorgo, utusan Persia itu bertanya“What makes this woman think she can speak among men?”Yang kemudian dijawab oleh ratu Gorgo” Because only Spartan women give birth to real men”

Di dialog tersebut terlihat bahwa Sparta tidaklah mau menyerah begitu saja. Leonidas juga tersinggung karena pertanyaan Utusan Persia tersebut yang mempertanyakan ucapan Ratu Gorgo pada dialog Leonidas dan Utusan Persia tersebut. Akhirnya “This is Sparta!!” teriak Leonidas sambil menendang utusan tersebut ke sumur yang sangat dalam beserta dengan pengikut-pengikutnya yang lain.

Walau menentang usulan Xerxes untuk menyerah Leonidas tidaklah bodoh. Dia sudah memikirkan untuk menyerang Persia di satu titik sebelum sampai di kota Sparta. Karena saat itu ada suatu keharusan bagi seorang raja yang akan berperang untuk pergi meminta restu dari Ephor, turunan manusia yang dianggap lebih istimewa ketimbang manusia biasa, termasuk seorang raja. Leonidas menghadap Ephor untuk meminta restu berperang. Ephor ini tinggal di suatu pegunungan, dan untuk mencapainya Leonidas perlu mendaki pegunungan yang memiliki tebing yang cukup terjal. Ada hal aneh dalam meminta restu dari para Ephor. Leonidas harus memberikan banyak emas dan wanita muda, cantik yang akan dijadikan “Oracle” atau pembawa pesan dari para dewa. Adegan Oracle yang dimasuki oleh para dewa ini cukup eksotis. Dan satu hal yang bisa membuat rating film menjadi Restricted bahkan NC-17.Setelah menjadi perantara pesan “Oracle” ini nantinya akan menjadi “santapan” bagi para Ephor yang bernafsu besar.

Ternyata berdasarkan pesan lewat Oracle, Leonides tak boleh memberikan perlawanan sedikit pun, bahkan ia malah harus menjalankan perayaan ritual Sparta tiap tahunnya di saat Persia akan menyerang. Tentu saja Leonidas tidak setuju dengan hal tersebut. Leonidas malah mengumpulkan pasukan terbaik dari Sparta sejumlah 300 orang. Hal ini dilakukan Leonidas yang akan menyerang pasukan Persia di balik dinding batu di sebuah pegunungan.


Leonidas menggunakan strategi dengan menggunakan tembok yang tinggi dan kuat untuk melindungi pasukannya. Peperangan pun dimulai. Pasukan Sparta yang berpakaian sangat minim ini terlihat begitu dominan. Pasukan Persia dibuat tak berdaya dan dibantai habis dalam setiap pertempurannya. Tak ada satupun pasukan persia yang masih dapat bertahan hidup. Slogan “no Mercy” dan No Prisoner” benar-benar dipakai oleh para pasukan Sparta tersebut. Adegan perang yang ditampilkan dalam film ini sangatlah sadis. Adegan saling tebas baik terhadap kepala atau badan musuh ditampilkan.

Pada awalnya Leonidas dan pasukannya tak sedikitpun mengalami kekalahan. Bahkan tak ada korban satupun dari pihak Sparta. Berbagai jenis pasukan dari seluruh penjuru Asia yang dikerahkan Xerxes belum ada yang mampu menaklukkan Leonidas.
Sampai pada akhirnya pun Xerxes mengunjungi Leonides dan menawarkan suatu “kerjasama”. Menjadikan Leonides sebagai penguasa seluruh Yunani namun ia harus menyerah pada Xerxes. Tawaran yang pastinya ditolak.


Sementara Leonidas bertempur, Ratu Gorgo berjuang untuk meyakinkan dewan Sparta untuk mengirimkan bala bantuan. Perjuangan untuk meminta bantuan ke dwan ini juga tidak mudah. Ada hal tertentu yang diminta salah satu anggota dewan untuk memuluskan rencana Ratu Gorgo. Namun sayang ternyata dalam dewan maupun di medan laga ada pengkhianat yang merugikan Leonidas. Sudah barang tentu hal ini menyulitkan Leonidas dalam mengakhiri perang dengan kemenangan. Mengenai ending film sepertinya sudah banyak yang mengetahuinya. Jadi tidak perlu diungkap lagi.


Jika dilihat-lihat film ini seperti paduan film trilogi Lord of The Ring, Kingdom of Heaven dan Troy. Hanya saja dalam film ini lebih menitikberatkan pada perangnya. Hal ini membuat adrenalin penonton bisa lebih terpacu. Film 300 ini dibuat dengan setting 400 tahun sebelum masehi didataran Yunani ini tidak banyak menggunakan set langsung di alam. Sangat banyak penggunaan blue screen dalam pembuatannya untuk memberi nuansa komik. Kalau sebelumnya anda pernah nonton Sky Captain and the World of Tomorrow (Jude Law, Gwyneth Paltrow dan Angelina Jolie) yang memakai blue screen juga, nuansa latar-nya hampir sama yaitu kurang alami.


Spesial efeck yang ditampilkan lumayan bagus. Adegan peperangan yang berlangsung sering ditampilkan dengan gerakan slowmotion yang membuat film ini jadi dramatis dan membuat adegan terlihat lebih detil. Sound efek yang mengelegar di sepanjang film pun menjadi salah satu faktor yang membuat adegan perang film ini menjadi semakin seru. sementara itu nuansa sephia mendominasi pada warna yang ditampilkan di film. Hal yang menambah suasana kelam dalam film ini.

Di balik megahnya film ini, ada kontroversi mengenai cerita dalam film ini. Ada dugaan bahwa terdapat muatan politis dalam cerita kekejaman bangsa Turki. Di film 300 ini memang ada penggambaran bahwa bangsa Persia adalah bangsa yang sadis. Bahkan katanya di Iran film ini dilarang, karena bangsa Iran sekarang adalah keturunan bangsa Persia.

Kemudian dari beberapa sumber yang pernah saya baca sepertinya bangsa Sparta dahulu belum kenal namanya demokrasi tetapi ada semacam dewan legislatif di film ini. Sparta yang pernah saya baca adalah bangsa yang sangat kejam juga dan militeristik jadi tidak kenal demokrasi.
 
Gabungan warna sephia plus adegan slow motion ketika pasukan Sparta menghunus tombaknya ke arah badak raksasa yang melaju membuat kita ikut menahan napas. Begitu pula adegan breathtaking saat hujaman jutaan panah milik pasukan Xerxes menutupi langit.

Sutradara muda Zack Snyder mungkin, mendapat kredit setelah menggarap "Dawn of the Dead". Tapi, mesin film ini tetap dipegang Miller, si kreator "Dark Night" dan "Sin City". Seolah, Miller menemukan gaya baru dalam menggarap film epik haus darah melalui teknik computer generated-nya.

Menurut para pengamat politik, film 300 termasuk agenda yang sudah diperhitungkan sejak jauh hari untuk mencoreng wajah Iran yang memiliki peradaban yang sangat tua. Sejarah peradaban Iran lebih dahulu muncul beberapa abad sebelum peradaban Eropa. Iran merupakan bangsa yang pertama kali mendirikan imperium di dunia. Pada saat itu, bangsa Iran berkuasa di berbagai kawasan yang meliputi Mesir hingga India, dan melintasi Teluk Persia hingga Yunani.

Selama 500 tahun, dinasti Achaemenian mempersembahkan berbagai karya besar untuk umat manusia. Instansi pos, bendungan air, kanal-kanal perairan dan jalur transportasi yang panjang adalah di antara inovasi dinasti ini. Pionir peradaban Achaemenian adalah seorang pendekar bernama Cyrus. Dalam sejarah, Cyrus juga tercatat sebagai pembebas kaum Yahudi dari kezaliman bangsa Babilonia. Pada 2500 tahun yang lalu, salah satu raja dinasti Achaemenian bernama Darius juga menguasai Terusan Suez.

Pasukan Abadi Persia yang lebih mirip dengan ninja. hal ini sangat berbeda sekali dengan sejarah dimana pasukan elit persia adalah memakai jubah berwarna ungu dengan perlindungan topi emas di kepalanya.

Dinasti Achaemenian pada akhirnya terpecah-belah setelah datangnya serangan dari Alexander Macedonia. Alexander berambisi untuk menguasai dunia, termasuk Iran, sehingga dia melakukan serangkaian ekspedisi perang ke berbagai wilayah. Alexander Macedonia menyerang Iran dengan membakar Istana Persepolis, yang merupakan simbol peradaban dunia zaman itu. Puing-puing istana itu hingga kini masih ada di Shiraz, selatan Iran. Kini, 25 abad telah berlalu sejak serangan Alexander dan Barat sebagai penerus ambisi Alexander kembali menggelar perang terhadap Iran melalui berbagai cara, termasuk melalui perangkat canggih Hollywood.

Kekaisaran Iran digambarkan sebagai Kekaisaran yang tirani dan arogansi dengan makhluk-makhluk buas yang mendukung kemiliterannya.


Dalam film 300 ini, Barat tak mempedulikan hasil riset-riset yang aksiomatis dalam sejarah. Film ini juga melupakan gaya hidup dan bentuk pakaian bangsa Iran. Dalam film ini, Khashayar Shah digambarkan mirip dengan orang-orang Afrika dan India. Perlu diketahui juga, kekerasan merupakan bagian dari perang. Untuk itu, sebuah peradaban tak bisa dilecehkan karena melakukan kekerasan dalam peperangan. Jika kita menengok sejarah Yunani kuno dan imperium Romawi, terdapat ribuan tragedi terkait pembunuhan massal, pembakaran hidup-hidup, dan kejahatan-kejahatan perang lainnya. Sejak 20 abad lalu hingga kini, nama raja-raja Romawi kuno seperti Nero dan Caligula tercatat dalam sejarah sebagai penguasa yang paling sadis dan peminum darah. Dinasti Sparta yang dibanggakan dalam film 300 ini malah justru tercatat sebagai pelaksana sistem arogansi, hegemoni, serta pelaku perang.

Tentu saja, pernyataan tadi bukan berarti membenarkan peperangan, melainkan untuk sekedar memberitahukan hakikat asli Dinasti Sparta yang diagungkan dalam film ini. Sementara itu, bangsa Iran beberapa abad setelah peperangan ini, akhirnya menjalani kehidupan baru dengan menerima ajaran Islam. Setelah menerima Islam, peradaban Iran semakin maju dengan munculnya perkembangan pesat di pelbagai bidang ilmu, sosial, dan politik.

Dalam menanggapi berbagai kritik terhadap film ini, pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini menyatakan, “Film ini menggambarkan perang antara bangsa Iran dan Sparta dipoles dengan data yang infaktual dan fiktif.” Namun, karena film ini telah mempermainkan identitas sejarah sebuah bangsa, film ini jelas telah melanggar etika dan menyinggung perasaan bangsa Iran. Tak heran bila kemudian muncul gelombang protes terhadap film ini dari bangsa Iran, baik yang tinggal di Iran maupun di luar negeri. Orang-orang Iran, dari berbagai agama, mazhab, dan haluan politik bersama-sama membela bangsa mereka yang telah dilecehkan oleh film ini.

Hollywood sebagai perusahaan film terbesar AS yang sekaligus representasi dari ambisi politik Washington di dunia perfilman, berusaha keras mencoreng peradaban besar Iran dan membangun opini umum dunia guna menyudutkan bangsa Iran. Hingga kini, meski telah dikritik banyak pihak, Washington masih tetap bersikeras pada kebijakan anti-Iran-nya itu. Sebagian pengamat politik menilai, niat AS untuk menyerang Iran seperti yang dilakukan Alexander di masa lalu, harus didahului dengan membangun opini terlebih dahulu. Untuk itulah, Hollywood sebagai alat politik Washington, memainkan perannya dalam mencoreng wajah bangsa Iran yang cinta perdamaian.

Terlepas dari segala kritikan teknis dan sejarah terhadap film ini, yang jelas, keagungan peradaban Iran sama sekali tak akan tergoyahkan oleh pembuatan film semacam ini. Sejarah manusia sangat berhutang budi kepada berbagai peradaban unggul, seperti peradaban Iran Islami, Yunani, Cina, dan Mesir. Di samping itu, kelanggengan peradaban manusia saling terkait erat dengan peradaban lainnya. Tak diragukan lagi, kritikan terhadap film ini tak hanya untuk membela bangsa Iran, tapi juga bisa dikatakan sebagai bentuk reaksi logis terhadap penyimpangan sejarah yang berkali-kali dilakukan oleh Hollywood demi menjaga interes Gedung Putih, karena Iran bukanlah satu-satunya korban dari pelecehan Hollywood.

Film 300 ini mulai dipromosikan di situs-situs sinema sejak akhir tahun 2006 dan dirilis pertama kali pada tanggal 9 Maret 2007. Dalam promosi film tersebut dikomentari bahwa penonton film ini akan melihat wajah lain bangsa Iran. Bangsa Iran cukup sensitif ketika melihat cuplikan-cuplikan film 300 yang ditayangkan untuk mempromosikan film tersebut, dan kini setelah film itu ditayangkan secara umum, mereka pun telah menangkap jelas tendensi di balik pembuatan film tersebut. Film 300 yang diproduksi oleh Warner Bross merupakan serangan yang tidak jantan dan pendeskriditan terhadap peradaban dan sejarah Iran.


Film ini mengambil latar belakang pertempuran Thermopylae, di mana Raja Leonidas mengerahkan 300 pasukan untuk menghadapi pasukan kolosal Raja Khashayar Shah. Namun pada akhirnya, pintu-pintu gerbang kota dapat dijebol oleh pasukan Iran dan kemudian pasukan Yunani mengalami kekalahan. Film ini mengangkat catatan dari Herodotus yang menyatakan, perlawanan selama tiga hari pasukan Spartan melawan pasukan Iran telah menimbulkan persatuan bangsa Yunani dan pembentukan pemerintahan demokratis.

Namun, pernyataan ini dibantah oleh Touraj Daryaee, seorang profesor Sejarah Kuno dari Universitas California. Dalam film ini orang-orang Sparta digambarkan sebagai pecinta demokrasi dan anti perbudakan. Padahal, sejarah menyebutkan, Dinasti Achaemenian di Iran mempekerjakan dan membayar para pekerja, tanpa memperdulikan etnik maupun jenis kelamin. Sebaliknya, pada zaman yang sama, hanya 14 persen orang-orang Yunani yang berpartisipasi dalan pemerintahan yang demokratis. Bahkan, pada saat itu, hampir 37% populasi Yunani adalah budak. Menurut Touraj Daryaee, Sparta adalah kerajaan militer, bukan pemerintahan demokratis dan bahkan memiliki sistem perbudakan.

Sutradara film 300, Zack Snyder, mengoptimalkan spesial efek yang luar biasa dalam film ini. Dengan melibatkan aktor-aktor nyata, bukan animasi, Snyder mampu memoles tayangan pertempuran dalam film tersebut sehingga terkesan seperti pertempuran yang nyata. Padahal, tayangan tersebut adalah hasil kombinasi permainan efek dengan latar belakang gambar-gambar. Namun demikian, para pengamat film tetap menilai negatif film tersebut dan sebagian menyebutnya sebagai film ala video game. Dalam film tersebut, pasukan Iran digambarkan seperti makhluk aneh dan juga dikesankan seperti robot yang tak berakal, yang tugasnya hanya membunuh manusia. Sebaliknya pasukan Yunani digambarkan sebagai pasukan yang cerdas.



Seorang kritikus film di koran New York Times menulis, Film 300 merupakan film yang bisa disetarakan dengan film Apocalypto yang disutradarai oleh Mel Gibson. Akan tetapi film 300 lebih konyol dua kali lipat dibanding film Apocalypto. Film ini cenderung menekankan penampilan luar. Dalam bagian film yang tak ada pertempuran dan pertumpahan darah, tubuh dan pakaian perang pasukan Yunani dan perhiasan-perhiasan pasukan Iran ditampilkan secara konyol.

Semakin jauh menyaksikan flm 300, akan kian nampak tendensi di balik pembuatan film ini. Koran Washinton Post menyebutkan, “Film 300 dikonsumsikan untuk penonton yang nalarnya rendah, bahkan dalam film itu sama sekali tak dijelaskan urgensi pengorbanan untuk menyelamatkan Thermopylae dan juga tak ada sedikitpun ulasan soal kekalahan telak Yunani dalam menghadapi bangsa Iran. Bagian film lainnya juga menampilkan parlemen Yunani yang menolak untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada Raja Leonidas melalui serangkaian perdebatan. Hal ini mengingatkan Kongres AS yang menolak kebijkan Presiden AS, George W Bush soal perang Irak.”
 


Seorang warga Iran setelah menonton film 300 menuliskan komentarnya di weblog pribadinya. Dia mengatakan, “Tanpa mempedulikan pemeranan karakter yang lemah dalam film ini, tema yang diangkat dalam film ini berkisar soal kebebasan dan perbudakan. Film itu juga menceritakan bahwa pasukan Iran menyerang Yunani untuk menjadikan bangsa Spartan sebagai budak dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia adalah dengan kemenangan bangsa Yunani. Ini mirip klaim yang digembar-gemborkan oleh AS dan sejumlah negara-negara arogan dunia. Di tengah-tengah upaya Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir sipil, film tak bernilai semacam ini telah dirilis secara sengaja untuk mendiskreditkan bangsa Iran. Hal ini juga berkali-kali telah dilakukan oleh Hollywood dalam kondisi-kondisi sensitif, seperti film ‘Alexander’ yang sengaja dikemas untuk mengucilkan Iran.”

Pemerintah Iran sendiri secara resmi melalui Lembaga Budaya Republik Islam Iran telah meminta UNESCO untuk menindak dan melarang penayangan film 300 yang bertendensi mendeskriditkan peradaban dan sejarah bangsa Iran. Lembaga ini secara tegas menyatakan, “Dengan memperhatikan piagam UNESCO yang mengecam kebencian dan pertentangan, dan juga mengingat UNESCO sebagai pihak yang bertugas melindungi peninggalan kebudayaan dunia, maka lembaga internasional ini harus mengeluarkan reaksi terkait masalah ini.”

Warga Iran di seluruh dunia juga menggalang penandatanganan petisi online untuk memprotes penayangan film 300. Sebuah situs khusus juga dibuat untuk menampung kritikan para penonton film ini yang memprotes film tersebut. Hingga kini sudah banyak pihak yang membubuhkan tanda tangan sebagai aksi protes. Surat protes terbuka ini sengaja dimuat di situs ini dalam rangka mengecam arogansi Hollywood, dan langkah ini kian mendapat sambutan dari hari ke hari. Salah satu penggagas situs ini mengatakan, “Problema utama dalam film 300 adalah bahwa bangsa Iran dalam film ini digambarkan secara tidak realistis, dan sebuah bangsa besar dan beradab telah dikesankan negatif. Hal ini sama sekali tak bisa diterima.”

Propaganda yang dikemas dengan data bohong dan tendensius ini merupakan politik Barat dalam rangka menyudutkan bangsa Iran. Sangatlah jelas bahwa pencorengan terhadap nama baik bangsa Iran di mata dunia dan justifikasi atas politik perang Washington adalah tujuan di balik pembuatan film 300. Namun bagi orang yang mengenal peradaban agung Iran, pembuatan film semacam ini sama sekali tak mengurangi penghargaan mereka terhadap peradaban tinggi bangsa Iran.